Sabtu, 25 Oktober 2014

Bola / Liga Indonesia

Perang Batu dan Botol di Karawang

Sabtu, 24 April 2010 | 19:43 WIB

KARAWANG, KOMPAS.com Laga Persib Bandung vs Pelita Jaya dalam lanjutan Liga Super Indonesia di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (24/4/2010), terhenti karena ricuh pada masa tambahan babak kedua. Ulah seorang pendukung Pelita Jaya memprovokasi para pendukung Persib Bandung sehingga suasana tak terkendali.   

Pendukung Pelita Jaya itu adalah Abbas Hadi Mulyana. Dia juga anggota DPRD Karawang. Ulahnya yang berlenggak-lenggok di depan bangku ofisial dan pemain cadangan Persib Bandung seusai gol kedua Pelita Jaya memancing emosi dan terjadi keributan di sekitar meja panitia pertandingan. 

Penonton juga terprovokasi oleh protes para pemain Persib ke wasit Najamudin. Wasit dinilai berat sebelah. Para pendukung Persib pun berhamburan ke lapangan. Mereka sebelumnya telah tumpah ke pinggir lapangan di sisi selatan dan mengejar polisi. Penonton juga melempari aparat keamanan dengan batu. Polisi berhamburan untuk menghindari lemparan batu.

Pagar penonton di tribun selatan dan tribun timur jebol. Papan iklan di tepi lapangan rusak dan ambruk. Batu-batu berserakan di sisi luar lapangan. Beberapa polisi dan penonton mengucurkan darah di bagian kepala karena terkena lemparan batu.  

Saat dihentikan, Pelita Jaya unggul 2-1. Persib menciptakan gol lebih dulu melalui Airlangga Sucipto pada menit ke-23. Pelita Jaya membalas melalui Marwan Sayedeh pada menit ke-53 dan Khusnul Yakin pada menit ke-88. 

Panitia pertandingan dan aparat keamanan berupaya menenangkan suasana. Namun, penonton semakin tak terkendali. Polisi dan TNI yang berjaga akhirnya mengusir penonton dan meminta stadion dikosongkan. "Kami menyerahkan keputusan ke Badan Liga Indonesia apakah pertandingan akan diulang atau dilanjutkan," ujar Wakil Ketua Panitia Pertandingan, Aries Suparno.


Editor : msh