


MANCHESTER, KOMPAS.com — Pelatih Liverpool Rafael Benitez menilai, timnya masih menunjukkan permainan dan daya saing tinggi saat menghadapi Manchester United pada Premier League, Minggu (21/3/2010). Bahwa kemudian Liverpool menyerah 1-2, menurutnya, itu karena MU bisa membuat sedikit perbedaan.
Liverpool sebetulnya sudah membuka peluang menang dengan unggul lebih dulu melalui Torres. Sayangnya, setelah itu, mereka kehilangan determinasi sehingga MU bisa membalasnya dengan gol Wayne Rooney pada menit ke-12 dan Park Ji-sung pada menit ke-60.
"Pertandingan sangat ketat. Mereka tak menciptakan banyak peluang. Begitu juga kami. Laga dua tim besar selalu ditentukan oleh perbedaan kecil, dan mereka (MU) lebih baik dalam soal ini. Setelah gol (Torres), saya selalu katakan bahwa ini tentang bagaimana Anda mengendalikan permainan," ulas Benitez.
"Kami tidak (mengendalikan) sehingga kebobolan dalam waktu cepat. Pada babak kedua, Anda bisa lihat bahwa Manchester United adalah tim bagus, tetapi tidak mendapat banyak pilihan. Pertandingan itu bisa saja berakhir seri," lanjutnya.
Tanpa tambahan angka, Liverpool melorot ke posisi keenam dengan 51 poin. Mereka kalah empat angka dari Tottenham Hotspur di tempat keempat. Namun, Liverpool tetap sulit menembus empat besar karena mereka sudah bermain satu laga lebih banyak dibanding Tottenham.
Selain itu, Liverpool juga masih mendapat ancaman dari Manchester City, yang menduduki peringkat kelima dengan 53 poin dan memiliki sisa dua pertandingan lebih banyak dari "Si Merah".
"Ini sulit. Namun, kami harus berjuang. Masih ada banyak poin untuk dimenangkan. Kami harus jalan terus dan melihat apa yang akan terjadi. Kami harus fokus pada laga terdekat dan (empat besar) akan juga bergantung pada hasil pertandingan tim lain," akunya.
"Suporter bisa melihat bahwa tim ini solid lagi. Kami bermain tiga kali pekan ini dan mencetak gol. Anda lihat bahwa kami bisa mengalahkan siapa pun. Anda harus meningkatkan performa ketika melawan tim top. Namun, (melawan MU), kami sudah menciptakan peluang," tambahnya. (MIR)


