


ROMA, KOMPAS.com - Pelatih Italia, Marcello Lippi, membantah Liga Serie-A Italia sedang dalam krisis akibat kegagalan wakilnya di kancah Eropa. Kegagalan itu tak menggerogoti kekuatan tim nasional Italia.
Kini hanya Inter Milan yang masih bertahan di kompetisi Liga Champions. AC Milan dan Fiorentina rontok di babak 16 besar, sementara Juventus tak berhasil menembus fase grup. Juve bahkan gagal lagi di ajang Liga Europa. Di turnamen kelas dua Eropa ini, tak satu pun tim asal Italia lolos ke perempat fina.
"Orang-orang terus mengadili sepak bola Italia atas apa yang terjadi di Liga Champions, tapi sepak bola Italia bukan itu saja," kata Lippi menanggapi hasil buruk tim Italia tersebut. "Sepak bola Italia bukan hanya Milan, Juventus dan Fiorentina, tapi juga Cagliari, Napoli, Genoa, Udinese, Palermo, Sampdoria dan tim nasional Italia."
"Jadi, sebelum mengatakan Serie-A dalam krisis, walau hanya Inter yang lolos, kita harus ingat bahwa Fiorentina juga tak pantas disingkirkan Bayern Muenchen. Mereka bermain baik di dua leg dan tersingkirnya mereka tak ada hubungannya dengan sepak bola yang mereka mainkan."
"Kita juga bisa bilang bahwa Milan bermain baik di leg pertama dan mereka seharusnya mendapat hasil yang lebih baik jika mampu memaksimalkan peluangnya. Jadi sebelum menjelek-jelakan sepak bola Italia, saya pikir kita harus berpikir dengan hati-hati," tegas Lippi.
Lippi mengakui, lolosnya Inter ke perempat final Liga Champions karena tim tersebut memiliki skuad bagus. Namun, ia menolak Inter sebagai perwakilan Italia di Liga Champions. "Inter adalah tim dengan skuad hebat, tapi mereka bukanlah contoh sepak bola Italia karena semua pemainnya orang asing. Tak satu pun pemain Italia saat mengalahkan Chelsea. Sepak bola Italia terdiri dari pemain dan pelatih asal Italia," pungkas Lippi. (FBI)


