Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Tahan Inter, Palermo Buka Jalan Milan
tjatur | Minggu, 21 Maret 2010 | 04:25 WIB
|
Share:
AFP
Penyerang Inter Milan, Diego Milito, mencetak gol ke gawang Palermo, dalam duel Serie-A, Sabtu (20/3/2010).

TERKAIT

PALERMO, KOMPAS.com - Palermo bermain imbang 1-1 dengan Inter Milan, dalam duel Serie-A, di Renzo Barbera, Sabtu atau Minggu (21/3/2010) dini hari WIB. Meski masih duduk di puncak klasemen dengan 60 poin, Inter terancam disalip AC Milan yang berada di posisi kedua dengan 58 dan baru akan bermain menghadapi Napoli, Minggu (21/3/2010).

Hasil itu cukup mengecewakan mengingat Inter mendominasi permainan. Mereka bahkan unggul lebih dulu melalui Diego Milito dari titik penalti, menyusul pelanggaran Cesare Bovo kepada Lucio.

Gol itu memanaskan suasana. Di satu sisi, Inter semakin gencar melakukan tekanan. Di sisi lain, keadaan tertinggal tak memberikan Palermo pilihan selain menyerang.

Kedua kubu kemudian terlibat perebutan bola sengit di lini tengah. Pertarungan pun berjalan alot, karena keduanya sama-sama kesulitan mempertahankan penguasaan bola dalam waktu lama untuk melakukan serangan.

Untuk mengatasi kebuntuan, Inter mencoba memaksimalkan bola mati atau melepaskan tendangan jarak jauh. Salah satu yang paling berbahaya adalah ketika Milito berhasil menanduk tendangan bebas Esteban Cambiasso, yang sedikit melenceng dari sasaran.

Palermo sendiri meski kesulitan mengembangkan permainan, terus menjaga fokus dan kesiagaan untuk melahap kesempatan. Kesabaran mereka akhirnya membuahkan gol penyama kedudukan yang dicetak Edison Cavani di menit ke-24.

Gol bermula dari aksi Fabrizio Miccoli di sektor sayap kiri pertahanan Inter. Mengandalkan keterampilan individu, ia menggiring bola melewati dua pemain Palermo dan melepaskan umpan terobosan kepada Cavani.  Nyaris tanpa kesulitan, Cavani menyepak bola masuk ke sudut kiri bawah gawang.

Perubahan kedudukan tak membuat permainan kedua kubu meningkat. Masing-masing masih konsisten melakukan pressing ketat dan sama-sama mengalami kesukaran menciptakan peluang.

Atmosfer stadion sedikit menggelegak, ketika Inter nyaris unggul melalui Maicon di menit ke-34. Memanfaatkan umpan Wesley Sneijder, Maicon menyundul bola ke arah gawang, yang sayangnya sedikit meleset dari sasaran.

Tak mau kehilangan momen, Inter mencoba mempertahankan posisi. Hasilnya, semenit berselang, Sneijder melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, yang sayangnya, masih bisa ditepis Sirigu.

Inter belum menciptakan ancaman baru ketika Miccoli nyaris membawa Palermo unggul di menit ke-41. Memanfaatkan umpan Mattia Cassani, Miccol mengempaskan bola ke jaring Inter, yang sayangnya meleset ke sisi kanan gawang.

Usaha membuat gol terus dilancarkan kedua kubu. Namun, skor 1-1 tak berubah sampai berbunyinya peluit turun minum.

Memasuki babak kedua, keadaan tak banyak berubah. Kedua kubu masih memainkan pressing ketat dan berebut bola dengan sengit.

Untuk mengatasi seretnya alur serangan, Inter melakukan perubahan dengan memasukkan Thiago Motta dan Goran Pandev menggantikan Davide Santon dan Dejan Stankovic di menit ke-65.

Perubahan itu langsung mendongkrak kualitas permainan Inter. Meski kesulitan menembus benteng musuh, mereka berhasil menciptakan sejumlah ancaman serius.

Pada menit ke-66 dan ke-70, misalnya, Maicon dan Samuel Eto'o bergantian melepaskan ancaman ke gawang Palermo. Namun, dua tembakan dari luar kotak penalti itu berhasil diantisipasi oleh Sirigu.

Inter kembali mendapat kesempatan mengungguli tuan rumah, ketika Sneijder berhasil menembakkan bola kiriman Esteban Cambiasso ke tengah jala Palermo. Namun, lagi-lagi, peluang emas itu patah di tangan Sirigu.

Sementara itu, meski tak sesering Inter, Palermo sendiri juga mampu menyelipkan ancaman-ancaman serius ke gawang Inter. Salah satu peluang terbaik mereka adalah saat Javier Pastore melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, di menit ke-78, yang sayangnya, mentah di tangan Cesar.

Memasuki lima menit terakhir, pertandingan kembali berjalan ketat. Palermo yang tak mau kehilangan angka memutuskan bertahan. Betul saja, meski tak menambah gol, mereka juga tak kebobolan hingga peluit berbunyi panjang.

Susunan pemain:
Palermo: Sirigu; Bovo, Kjaer, Balzaretti, Cassani; Nocerino; Simplicio (Bertolo 55), Migliaccio; Pastore; Miccoli, Cavani
Inter: Julio Cesar; Samuel, Lucio, Santon (Motta 65), Maicon; Cambiasso; Stankovic (Pandev 65), Zanetti; Sneijder; Eto'o, Milito