


PARIS, KOMPAS.com - Seorang suporter Paris Saint Germain akhirnya tewas di rumah sakit, setelah koma selama 20 hari. Dia menjadi korban kerusuhan antarsuporter saat PSG kalah 0-3 dari Marseille di Stadion Marc des Prince, 28 Februari lalu.
Suporter berumur 38 tahun itu menderita cedera parah di kepalanya. Polisi sudah menangkap seseorang yang diduga melakukan kekerasan kepada suprter itu berdasarkan rekaman CCTV.
Menteri Olahraga Perancis, Rama Yade mendesak adanya tindakan tegas kepada setiap kerusuhan sepak bola.
"Peristiwaan terburuk sudah terjadi. Kecintaan kepada satu klub sudah menjadi kebencian kepada klub lain. Kebencian dalam olahraga sama saja kebencian dalam kehidupan," kata Yade. (AP)


