Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Inter Terempas, Mourinho Ditendang
hpr | Rabu, 17 Maret 2010 | 02:49 WIB
|
Share:

LONDON, KOMPAS.com - Sumber Soccernet di Inter Milan, mengungkapkan, klub akan memecat pelatih Jose Mourinho jika "I Nerazzurri" gagal meraih trofi Liga Champions.

Moratti memboyong Mourinho dari Chelsea 2008 silam. Moratti menginginkan pelatih asal Portugal itu bisa mempersembahkan gelar trofi Liga Champions yang memang telah lama tak diraih sejak 1964-65.

Pada musim perdannya, Mourinho berhasil memberikan scudetto dan Supercoppa Italia. Namun, Mourinho gagal membawa "Tim Biru Hitam" meraih trofi Liga Champions. "La Beneamata" disingkirkan Manchester United pada babak knock-out dengan agregat 2-0. Meski begitu, Moratti tetap mempercayakan kursi pelatih kepadanya. Moratti memberikan kesempatan kedua karena Mourinho mampu memberikan scudetto di musim perdananya .

Menurut sumber Soccernet di Inter, Mourinho akan dipecat bila kembali gagal membawa Inter ke final Liga Champions. 

"Presiden Inter Milan, Massimo Moratti, membeli Mourinho untuk memenangkan Liga Champions. Jika Chelsea berhasil menyingkirkan Inter, maka dia akan keluar pada akhir musim," ungkap sumber tersebut.  

"Inter tidak membayarnya sebesar 11 juta euro (Rp 138 miliar) setelah pajak hanya untuk memenangkan liga (Serie-A). Mereka sudah sering meraihnya tetapi mereka tidak bisa lolos dari babak 16 besar Liga Champions. Itulah sebabnya mereka memperkerjakan Mourinho," tambahnya.

Lebih jauh sumber tersebut mengatakan, "Jika Inter kembali gagal tampil impresif di Liga Champions, mereka butuh pelatih lain yang bisa melakukannya. Itulah yang dialami Jose Mourinho di Chelsea. Inter adalah tim terkuat, dalam hal finansial dan kekuatan pemain di Italia. Inter merupakan tim yang kuat secara finansial dan mereka juga terkuat di Italia. Mereka telah memenangkan scudetto sebanyak empat kali berturut-turut, tiga gelar di bawah kepelatihan Roberto Mancini. Pendukung, media, dan semua orang tidak melihat Mourinho sebagai 'Special One'. Jauh dari itu."  

Nasib Mourinho sedikit aman karena Inter datang ke Stamford Bridge bermodalkan kemenganan 2-1 pada leg pertama. Inter harus bermain minimal seri untuk lolos ke perempat final.