


BANDUNG, KOMPAS.COM - Persib Bandung kini bisa menarik nafas lega. Mereka telah mendapatkan izin menggunakan Stadion Si Jalak Harupat pada tanggal 17 Maret untuk menjamu kesebelasan Persema Malang.
Dengan demikian, mereka bisa menggunakan stadion di Kutawaringin, Kabupaten Bandung, untuk seluruh laga kandang selama tanggal 11, 14, dan 17 Maret. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Panitia Pelaksana Persib Budi Bram Rahman di Bandung, Senin (15/3/10).
Persib berkejaran waktu mengurus perizinan stadion karena Pemerintah Kabupaten Bandung berencana untuk merehabilitasi Stadion Si Jalak Harupat menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah ke-XI Jawa Barat.
"Sesuai prosedur dasar, kami harus memperbaiki segala kerusakan yang ditimbulkan para Bobotoh--sebutan untuk suporter Persib--pada pertandingan sebelumnya," ujar Budi Bram.
Pada hari Minggu (14/3/10), stadion Si Jalak Harupat disesaki sekitar 50.000 orang yang ingin menonton laga Persib dengan Arema Malang. Hal tersebut mengakibatkan stadion menjadi semrawut oleh sampah dari para suporter.
Pada laga Arema dan Persib, padatnya penonton nyaris membuat Arema menolak melanjutkan permainan karena alasan keamanan. Mereka memprotes kebocoran keamanan sehingga penonton bisa memadati tepi lapangan.
Budi Bram menjelaskan, itu hanya kasuistik. Berjubelnya Bobotoh yang menonton langsung pertandingan itu karena bertepatan dengan hari ulang tahun Persib ke-77 dan hari libur.
"Kami cukup optimistis bahwa penonton tidak akan seperti pertandingan hari Minggu lalu," ungkap Budi.


