Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Ferguson: Madrid Rombongan Sirkus
tjatur | Senin, 15 Maret 2010 | 02:55 WIB
|
Share:

MANCHESTER, KOMPAS.com — Pelatih Manchester United Alex Ferguson menilai, salah satu masalah Real Madrid menggapai prestasi adalah mereka membangun kebiasaan rombongan sirkus, yang menampilkan pemain-pemain top hanya untuk pertunjukan memuaskan pendukung dan mencari uang.

Hal itu disampaikan berkaitan dengan belanja pemain besar-besaran yang dilakukan Madrid pada akhir musim lalu. Madrid membelanjakan uang sekitar Rp 3,5 triliun untuk mendatangkan pemain top, misalnya Cristiano Ronaldo dan Ricardo Kaka.

Namun, belanja besar dan kumpulan bintang tak membuat Madrid bersinar. Sebaliknya, mereka malah menjadi cemoohan banyak orang karena disingkirkan tim minim bintang, seperti Lyon, di 16 besar Liga Champions musim ini.

Menurut Ferguson, kesalahan Madrid adalah manajemen dan kultur sepak bola. Salah satunya adalah menggelar sesi latihan yang terbuka untuk umum dan media. Ferguson menilai, ini merusak konsentrasi dan mental pemain.

"Saya tak berpikir bahwa tak mudah bermain untuk Real Madrid. Ada (unsur) sirkus yang dimasukkan ke dalam tim. (Pemain MU sendiri) datang setiap hari ke pusat latihan Carrington dan tak ada seorang pun selain pemain dan staf pelatih," ulas Ferguson.

"Di Real Madrid dan sejumlah klub besar Italia, ada sekitar 2.000 orang melihat tim latihan. Media memfilmkan sesi latihan setiap hari. (Sesi latihan) di United sangat bersifat pribadi dan kami tak mengizinkan pemberitaan pemain-pemain kami," tambahnya. (SKY)