


SUNDERLAND, KOMPAS.com - Gelandang Manchester City, Adam Johnson mencetak gol di masa injury time yang membuat timnya bisa memaksakan hasil imbang 1-1 dengan Sunderland, dalam duel Premier League, di Stadium of Light, Minggu (14/3/2010). City kini berada di posisi kelima dengan 50 poin, atau kalah dua angka dari Tottenham di tempat kedua.
Hasil itu cukup melegakan mengingat City memang tampil di bawah performa. Selain lambat, mereka juga kurang kreasi serangan dan mudah menyerah dalam perebutan bola. Alur umpan pun sering terpangkas di tengah jalan atau malah terbuang keluar lapangan.
Sunderland sepertinya cermat melihat situasi itu. Pasalnya, setelah sempat menahan City di tengah, mereka melancarkan serangan cepat, yang berujung gol dari kepala Kenwyne Jones di menit kesembilan. Memanfaatkan umpan silang Steed Malbranque, Jones menanduk bola dari tengah kotak penalti ke sudut kanan atas gawang Shay Given.
Keadaan tertinggal juga tak membuat City panas. Mereka tetap tak menemukan irama dan gaya permainan yang tepat. Hasilnya, meski masih mampu mengimbangi lini tengah Sunderland, mereka tak mampu menciptakan ancaman berbahaya ke gawang Craig Gordon.
Lemahnya daya juang nyaris membawa City kepada bencana gol kedua, menyusul serangan balik Sunderland di menit ke-23. Untung saja, eksekusi Jones masih melenceng dari sasaran.
Memasuki menit ke-29, City mulai menemukan permainan mereka. Mereka bahkan hanya membutuhkan satu menit untuk membuat ancaman ke gawang Sunderland, melalui Gareth Barry. Untung bagi Gordon, sepakan Barry meleset dan keluar lapangan.
Di tengah usaha bangkit, City malah mendapat masalah cederanya bek Wayne Bridge di menit ke-32. Pelatih Roberto Mancini pun terpaksa menariknya dan memasukkan Santa Cruz.
Masuknya Cruz tak mendongkrak permainan City. Sebaliknya, mereka malah mengalami kemunduran dan bermain seperti di menit-menit awal. Penurunan performa ini ditanggapi Sunderland dengan menambah agresivitas. Setiap kali menguasai bola, mereka langsung melancarkan serangan.
Memang, buruknya koordinasi lini depan membuat usaha mereka keras sia-sia. Namun, setidaknya, mereka bisa mencegah City mengembangkan permainan, dan mempertahankan keunggulan 1-0, hingga berbunyinya peluit turun minum.
Memasuki babak kedua, City mencoba memperbaiki penampilan. Dengan permainan bola kaki ke kaki dan tempo cepat, mereka berhasil mengalirkan serangan dan ancaman ke gawang Sunderland.
Pada menit ke-51, City mendapatkan tiga peluang emas melalui Santa Cruz, Shaun Wright-Phillips (SWP), dan Craig Bellamy. Sayangnya, tak satu pun berhasil masuk ke gawang Gordon.
Sunderland belum memberikan serangan berbahaya, ketika City kembali menciptakan peluang menyamakan kedudukan melalui Carlos Tevez di menit ke-70. Memanfaatkan umpan Bellamy, Tevez melepaskan tembakan, yang kembali kandas di tangan Gordon.
Sepuluh menit berikutnya, Bellamy kembali mendapatkan peluang menyamakan kedudukan. Setelah menguasai umpan Tevez, Bellamy menggiring bola masuk kotak penalti. Setelah melewati bek Alan Hutton, ia berhadapan dengan Gordon dan menembakkan bola, yang sayangnya mengarah lurus ke Gordon.
Terus-menerus gagal, City tak putus asa. Dengan tetap mempertahankan tensi permainan, mereka terus menggelar serangan. City pun akhirnya berhasil menyamakan kedudukan melalui Adam Johnson di masa injury time. Memanfaatkan bola liar di kotak penalti lawan, Johnson melepaskan tendangan yang bersarang di sudut kiri atas gawang City. (*)
Susunan pemain:
Sunderland: Gordon, Ferdinand, Mensah, Tunrer, Hutton; Malbranque (Zenden 77), Richardson, Meyler, Campbell (Bardsley 85); Jones (Henderson 45), Bent
City: Given; Bridge (Cruz 32), Lescott, Kompany, Richards (Vieira 64); Barry, De Jong, Zabaleta; Tevez, Bellamy, Wright-Phillips (Johnson 73)

