


BARCELONA, KOMPAS.com - Pelatih Barcelona, Josep "Pep" Guardiola, mengaku masih tak terima diusir dari lapangan dan mendapat sanksi skorsing satu laga pada pertandingan Divisi Primera melawan Almeria, 6 Maret silam. Menurutnya, pemimpin laga, wasit Carlos Clos Gomez dan ofisialnya menghukumnya untuk tindakan yang tidak ia lakukan.
Pada pertandingan itu, Barcelona tertinggal 0-1 akibat gol Domingo Cisma pada menit ke-12. Sekitar 16 menit sebelum Lionel Messi menyamakan kedudukan pada menit ke-42, wasit Gomez mengusir Guardiola keluar lapangan karena berdebat dengan ofisial pertandingan.
Menurut Guardiola, ia tak melakukan sesuatu yang melakukan protes sangat keras sehingga patut diusir. Bahwa kemudian ia diusir, itu karena ofisial memberikan laporan bohong kepada wasit.
Guardiola bukan jenis pelatih yang suka protes dan menyimpan dendam kepada pengadil lapangan. Dalam beberapa kesempatan di mana Barcelona dirugikan, ia lebih sering memilih diam. Menurutnya, itu bagian dari pertandingan, di mana yang terbaik dan yang beruntunglah yang menang.
Namun, toleransi Guardiola hanyalah kepada keputusan wasit yang berdasar pada kurangnya pengamatan, bukan kecurangan. Dan, kali ini, ia merasa dicurangi.
"Wasit tahu bahwa ia bohong dalam laporannya. Ia dan hakim garis tahu. Saya tidak bangga dengan apa yang saya lakukan. Namun, kami memutuskan mengajukan banding karena wasit Clos dan asistennya Mr Gallego berbohong." ujar Pep.
"Saya salah. Namun, mereka berbohong. Mereka tahu itu. (Saya) akan sering diusir karena saya memang seperti itu. Saya menggunakan akal sehat, tapi saya juga punya karakter," tandasnya. (GL)


