


LONDON, KOMPAS.com - Gelandang Arsenal dan tim nasional Rusia, Andrei Arshavin, menyarankan media Inggris untuk berhenti memberitakan hal-hal soal kehidupan pribadi pemain "The Three Lions". Menurutnya, bila tidak begitu, media berpotensi merusak fokus pemain dan ini berdampak buruk bagi misi menjuarai Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.
Hal tersebut disampaikan berkaitan dengan konsistensi media Inggris memberitakan perselingkuhan bek John Terry dengan mantan pacar bek Wayne Bridge, Vanessa Perroncel. Bridge kemudian mundur dari timnas.
Mengingat Ashley Cole sedang cedera dan kemungkinan tak bisa ikut ke Afsel, Bridge merupakan pilihan terbaik Inggris. Siapa pun yang nantinya mengisi posisi Bridge, hasilnya bakal berbeda dibanding bila menurunkan Bridge.
Selain itu, media Inggris juga mengungkap perselingkuhan Ashley Cole dengan sejumlah wanita. Berita ini berujung perceraian Cole dan Cheryl. Bahkan, menurut media Inggris, hal itu membuat Cole depresi. Kalau pun bisa pulih dan membela Inggris di Piala dunia, Cole akan sulit fokus seratus persen.
Bagi Arshavin, yang timnya gagal lolos ke putaran final, hal-hal tersebut sangat disayangkan. Menurutnya, putaran final adalah sesuatu yang luar biasa. Ia berharap, media tidak membuat Inggris kehilangan peluang juara hanya demi berita yang bombastis untuk mendongkrak oplah atau jumlah pembaca.
"Tentu. Normal bahwa orang tertarik (kepada kehidupan pribadi orang terkenal). Namun, di Inggris, Anda membunuh timnas. Setiap orang ingin Inggris menjadi juara dunia. Namun, di saat yang sama, Anda merusak mereka," ujar Arshavin.
"Berikan beberapa pekan dan mereka akan menaruh kamera di celana pesepak bola supaya mendapatkan cerita. Kupikir, Anda harus membiarkan para bintang (menikmati kehidupan pribadi) dan memberikan kebebasan mereka menjadi manusia," tandasnya. (SKY)


