


JAKARTA, KOMPAS.com - Persiwa Wamena akan menuntut ke Liga Indonesia menyusul batalnya pertandingan Persija-Persiwa dalam lanjutan putaran kedua Indonesia Super League (ISL) 2009-10 di Jakarta pada Sabtu, karena tak ada izin dari Kepolisian.
Pertandingan ini sesuai jadwal pertandingan lanjutan ISL seharusnya dilaksanakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta sebagai markas Persija pada pukul 15.30 WIB.
Selanjutnya panpel pun berusaha memindahkan pertandingan ke Stadion Lebak Bulus dengan jadwal yang mundur menjadi pukul 19.00 WIB. Akhirnya, pertandingan malah batal untuk dilaksanakan karena tak ada izin kepolisian.
Sementara stasiun televisi Antv yang seharusnya menayangkan tayangan ini pun batal menggelarnya.
"Kami akan tuntut atas pembatalan pertandingan ini," kata Manajer Persiwa Agus Susanto didampingi pelatih Zainal Abidin di Jakarta, Sabtu (13/3).
Menurut dia, perlu adanya tuntutan untuk panpel Persija sehingga hal ini tidak terulang kembali. "Sesuai aturan manual liga akan ada hukuman terhadap Persija karena batal menggelar laga ini," katanya.
Ia menilai banyak hal yang dilanggar. Sebagai contoh tidak adanya kawalan untuk timnya sewaktu ke stadion dan lainnya. Persija terancam kalah WO.
Soal batalnya pertandingan ini dibenarkan Toni Tobias, pengurus Persija. Menurut dia, soal batalnya pertandingan Persija-Persiwa ini dilaporkan ke PT Liga Indonesia karena tidak ada izin dari Kepolisian.
Hal senada juga disampaikan pengawas pertandingan dari PSSI, M Umar. Menurut Umar, pihaknya sudah mencatat menyangkut batalnya laga ini dan akan dilaporkan ke Liga Indonesia. (ANT)

