

JAKARTA, KOMPAS. com - CEO Liga Indonesia, Joko Driyono, menyesalkan pembatalan pertandingan Persija Jakarta kontra Persiwa Wamena, dalam Lanjutan Liga Super Indonesia, Sabtu (13/3/2010). Meskipun demikian, ia mengungkapkan sanksi yang akan dijatuhkan kepada "Macan Kemayoran" karena sebagai tuan rumah telah gagal menggelar pertandingan, belum bisa diputuskan.
"Liga akan memutuskan statusnya besok. Apakah pertandingan dilangsungkan atau tidak. Jika tidak, mereka terancam sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis)," papar Joko saat ditemui di kantornya, Jumat (12/3/10).
Pertandingan yang seharusnya digelar besok, batal dilangsungkan. Sebabnya, pihak kepolisian tak memberi izin lantaran situasi yang tak kondusif.
Joko menyesalkan pembatalan ini. Menurutnya, ini sebuah pelajaran bagi Persija.
"Saya sedih dan kecewa. Persija seharusnya melakukan konsolidasi yang maksimal. Selain itu, sebuah klub harus bisa menggaransi stadion," tandasnya.
Lebih lanjut, Joko mengatakan, "Macan Kemayoran" sempat melobi untuk me-reschedule pertandingan. Namun, menurutnya, hal itu tak bisa dilakukan mengingat padatnya jadwal Persiwa.
"Reschudule tak mungkin. Sebanya, Persiwa memiliki jadwal yang padat. Apalagi, mereka bermain di AFC. Sebenarnya, tak masalah jika pertandingan dipindahkan. Asalkan, tetap di Jakarta," ulasnya.
"Mereka memilih menggelarnya di Cilangkap. Tapi, saya tak izinkan karena stadion ini tak memenuhi syarat," pungkasnya.

