


MADRID, KOMPAS.com - Kiper Real Madrid, Iker Casillas, menegaskan, kegagalan tim menembus babak perempat final Liga Champions sepenuhnya terjadi karena kesalahan pemain. Bahwa kemudian pelatih Manuel Pellegrini menjadi pihak yang paling tertekan, itu karena ia adalah penanggung jawab utama.
Madrid tersingkir di 16 besar dengan kekalahan agregat 1-2 (0-1, 1-1) dari Olympique Lyonnais. Hasil ini membuat percuma gelontoran uang sekitar Rp 3,5 triliun untuk mendatangkan Cristiano Ronaldo, Ricardo Kaka, dan sejumlah pemain top lainnya awal musim ini.
Melihat tak ada yang salah dengan materi pemain, petinggi-petinggi Madrid menumpukan kesalahan kepada Pellegrini. Bahkan, menurut media Spanyol dan Italia, Presiden Madrid, Florentino Perez, sudah merancang agenda memecat Pellegrini dan mendatangkan pelatih Inter Milan, Jose Mourinho, akhir musim ini.
Menurut Casillas, ia dan rekan-rekan sudah cocok dengan skema permainan Pellegrini. Ia pun yakin, Pellegrini pantas dipertahankan, apa pun prestasi Madrid musim ini.
"Orang yang melihat kami bermain kemarin mungkin berpikir kami mengalami kemunduran. Namun, kami semakin akrab. Kami harus terus bekerja dan bersatu. Ada tim dalam sebuah formasi dan aku yakin kami akan lebih kuat setelah ini," ulas Casillas.
"Ia harus tenang. Ia mendapatkan dukungan semua pemain. Ia mendapatkan dukunganku dan 23 pemain lain di tim ini. Ia tahu kami berada di belakangnya dan kami telah memberitahunya. Yang pertama harus disalahkan adalah pelatih. Namun, kami, para pemain, bersalah," tambahnya.
Meski tersingkir di Liga Champions, Madrid masih berpeluang menjuarai Divisi Primera musim ini. Mereka kini berada di posisi kedua klasemen sementara dengan 62 poin, atau cuma kalah rekor pertemuan dari Barcelona di puncak. Dengan 13 laga tersisa, Madrid jelas berpeluang menjuarai musim ini. Apalagi, mereka masih akan melakoni "El Clasico", 11 April mendatang. (AS)

