Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Komdis Tunda Sanksi untuk Wamena
tjatur | Kamis, 11 Maret 2010 | 21:58 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Hinca Panjaitan, mengaku belum mendapat keterangan dari Persiwa Wamena, terkait kerusuhan antarpemain saat mereka menghadapi Pelita Jaya, dalam lenjutan Liga Super Indonesia, 19 Februari lalu. Hal ini membuat Komdis terpaksa menunda pemberian hukuman kepada Persiwa.

Selain keributan antarpemain, pada laga itu, ofisial Persiwa juga melakukan pelanggaran dengan masuk lapangan tanpa seizin wasit. Melalui kapten tim, M Ridwan dan Manajer Nadjib Koesairi, Pelita Jaya melaporkan hal itu dan memberikan keterangan kepada Komdis.

"Kami telah memanggil Pelita. Namun, keputusan belum diputuskan karena Persiwa belum memenuhi panggilan. Yang dipanggil hari ini seharusnya Habel Satya, Kedi Fodai, dan manajer Jon Banua. Jadi orang-orang ini belum bisa kami hukum karena belum memberikan pembelaan," kata Hinca.

 "Kami meminta kesaksian dari Pelita tentang keributan dan masuknya ofisial Persiwa ke lapangan tanpa seizin wasit," tambahnya.

Lebih jauh, Hinca juga mengatakan Panitia Penyelenggaraan (Panpel) akan terancam sanksi karena tak mampu menyelenggarakan pertandingan dengan baik. Wasit Kusnul Yakin yang memimpin pertandingan tak terlepas dari hukuman.

"Wasit tadi sudah kami panggil. Wasit seharusnya mengeluarkan kartu merah pada ofisial yang masuk. Memang wasit mengusir ofisial. Tapi seharusnya mereka duduk di tribun bukan di bangku cadangan," ungkapnya.

"Termasuk panpelnya dihukum karena gagal menyelenggarakan pertandingan dengan lancar. Namun, mereka belum bisa dihukum karena belum melakukan pembelaan," pungkasnya. (*)