Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Persebaya Masih Risaukan Lini Belakang
lhw | Kamis, 11 Maret 2010 | 11:14 WIB
|
Share:
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Pemain asal Jepang, Takatoshi Uchida (26), turut bergabung dalam latihan saat mengikuti seleksi di tim Persebaya Surabaya di Stadion Gelora 10 Nopember, Surabaya, Senin (26/10/2009).

SURABAYA, KOMPAS.com — Jelang laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) melawan PSM Makassar, Persebaya Surabaya masih merisaukan celah pada lini belakang. Pelatih Persebaya, Rudy William Keeltjes, masih belum puas dengan penampilan Takatoshi Uchida.

Persebaya dijadwalkan melawan PSM di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, pada Minggu (14/3/2010). Rudy berencana memainkan Juan Marcelo Cirelli menggantikan Anderson da Silva. Namun, hal ini belum menyelesaikan permasalahan pertahanan.

"Kalau ada Marcelo itu cukup membantu untuk menggantikan posisi Anderson da Silva, tapi posisi rawan justru ada pada bek asal Jepang, Taka Uchida," kata Rudy saat dikonfirmasi, Kamis (11/3/2010).

Rudy menambahkan, ia percaya pada kualitas permainan Marcelo meski pemain asal Argentina itu belum pernah turun ke lapangan. Namun, ia risau pada kemampuan Taka, yang masih memiliki kelemahan dalam bertahan. Dilihat dari teknik bertahan, mantan pemain klub liga Malaysia, Super Reds, ini memang cukup bagus, tetapi masih minus dalam hal kecepatan.

"Kalau man to man marking, dia sudah bagus. Tapi jika diajak gerak, dia langsung kalang kabut. Positioning Taka kurang bagus. Ini yang harus kita benahi," ungkap Rudy.

Persebaya menjadi tim nomor dua yang mempunyai pertahanan paling buruk di LSI 2009/2010. Dari 22 kali bertanding, gawang "Bajul Ijo" sudah kebobolan 36 gol. Jika dirata-rata, Persebaya pasti kemasukan satu hingga dua gol dalam setiap laga.

Soal lini depan, Rudy mengaku cukup puas. Hanya saja, masuknya Pato Morales membuat posisi Korinus Fingkreuw tergeser. Selama ini Korinus sering menjadi tandem Andi Oddang. Mantan pemain Sriwijaya FC itu harus merelakan pasangannya direbut Pato. "Tipikal mereka sama-sama sebagai perusak. Karena itu, kita matangkan Jeon Byung Euk dan John Tarkpor untuk membombardir dari second line," pungkas sang pelatih.