Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
LIGA INDONESIA
Pukul Pelita Jaya, Persija ke Papan Atas
Kamis, 11 Maret 2010 | 04:13 WIB
|
Share:
ANTARA/MUHAMMAD SAID
Striker PSPS Pekanbaru, Dzumafo Herman (kanan), mencoba merebut bola dari pemain Persiwa Wamena, Aulia Tri Hartanto, dalam pertandingan Djarum Liga Super Indonesia di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Rabu, (10/3). PSPS Pekanbaru menang 5-0.

Karawang, Kompas - Persija Jakarta sukses meraih poin penuh setelah memukul tuan rumah Pelita Jaya 2-0 pada laga lanjutan Djarum Liga Super Indonesia di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Jawa Barat, Rabu (10/3). Hasil itu membuat Persija ke peringkat keempat klasemen, sementara Pelita Jaya semakin terpuruk di posisi juru kunci.

Dua gol tim tamu tercipta pada paruh kedua, yakni oleh Firman Utina (menit ke-55) dan Serge Emaleu Ngomgoue (menit ke-65). Asisten Pelatih Pelita Jaya Jajang Nurjaman kecewa dengan hasil tersebut. Namun, menurut dia, tim telah berusaha tampil maksimal. Pelita Jaya bahkan mampu mendikte permainan pada babak pertama.

”Gol Firman Utina membuat pemain kami down, ditambah dengan beberapa keputusan wasit Najamudin yang mengecewakan sehingga permainan memburuk pada babak kedua,” ujar Jajang.

Asisten Pelatih Persija Maman Suryaman mengapresiasi hasil itu. Tiga poin di laga tandang sangat penting artinya untuk mendongkrak motivasi tim.

Di Lamongan, tuan rumah Persela ditahan PSM Makassar 0-0. Dengan hasil ini, Persela belum mampu keluar dari krisis hasil buruk selama enam pertandingan di putaran kedua liga. Pelatih Persela Widodo C Putra menyatakan kecewa atas hasil itu. ”Saya kecewa dengan hasil ini. Strategi permainan kami tidak berjalan mulus, di samping kondisi lapangan yang becek sehingga membuat alur bola kurang bagus,” tutur Widodo.

Dengan hasil seri itu, suporter Persela kembali meminta agar Widodo mundur dari kursi pelatih. Hal serupa terjadi saat Persela takluk dari tamunya Persiba Balikpapan 0-1 pekan lalu. Dalam enam laga terakhir, Persela hanya meraup lima poin dari sekali menang dan dua kali seri. Pada laga lainnya PSPS Pekanbaru memukul Persiwa Wamena 5-0.

Dari ajang Divisi Utama, manajemen PSIR Rembang mengecam wasit laga PSIR Rembang melawan Persiku Kudus, yang berakhir imbang 1-1 di Stadion Wergu Wetan, Kudus. Mereka menilai wasit tidak adil karena terlalu memihak Persiku.

Manajer PSIR Rembang Maliki Nurudin mengatakan, wasit kerap kali memberikan peluang kepada Persiku melalui sejumlah pemain PSIR yang dinilai melanggar. Namun, ketika pemain Persiku melakukan pelanggaran terhadap pemain PSIR, wasit seakan-akan menutup mata.

Hal itu berulang kali terjadi sehingga tindakan wasit itu memicu emosi pemain. ”Kalaupun saya melaporkan atau protes kepada PSSI, pasti percuma karena kejadian itu selalu berulang. Saya hanya berharap PSSI mampu membenahi kinerja wasit di Divisi Utama sehingga mereka dapat memimpin pertandingan secara adil,” kata Maliki.

Sementara itu, Bontang FC tetap percaya diri saat bertandang ke kandang Persib Bandung di ajang Liga Super meski tanpa kehadiran striker Aldo Baretto. Penyerang andalan itu harus absen karena menjalani sanksi akumulasi kartu kuning.

Pelatih Bontang FC Fachry Husaini menyatakan, pihaknya percaya diri setelah mampu menggulung Sriwijaya di kandang mereka dengan skor 2-1. ”Tak ada pemain yang mendominasi dalam tim. Mental pemain juga bagus,” ujar Fachry.(mkn/apo/hen/eld/ray)