Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Ferguson: Lupakan Glazer, Suporter
tjatur | Rabu, 10 Maret 2010 | 21:04 WIB
|
Share:
AFP
Suporter Manchester United memprotes buruknya manajemen klub di bawah Malcolm Glazer, yang membuat klub terjerat utang dan terancam bangkrut.

TERKAIT

MANCHESTER, KOMPAS.com - Pelatih Manchester United (MU), Alex Ferguson, berharap suporter melupakan kebencian kepada pemilik klub, Malcolm Glazer, dan bersatu mendukung Manchester United di leg kedua 16 besar Liga Champions melawan AC Milan, di Old Trafford, Rabu (10/3/2010). Menurutnya, laga ini terlalu penting untuk dijadikan ajang demonstrasi.

Kebencian suporter dipicu oleh terungkapnya beban utang MU yang mencapai triliunan rupiah. Suporter menilai, Glazer tak mampu mengelola klub dan akan menjerumuskan klub ke jurang kebangkrutan. Sebagai bentu protes, mereka rajin menggelar spanduk bertuliskan kata-kata anti-Glazer di setiap laga MU, terutama di Old Trafford.

Karena tak mendapat respons sesuai harapan, sejumlah pendukung yang menyebut diri Kesatria Merah, bergerak lebih ekstrem. Mereka mengumpulkan dana untuk membeli MU dari Glazer. Mereka juga mendorong pendukung untuk tidak pergi ke stadion. Dengan cara itu, mereka ingin perekonomian MU hancur dan Glazer bakal terpaksa menjual MU.

Ferguson mengaku mengerti kekecewaan pendukung Namun, ia berharap, mereka tidak bersikap berlebihan di laga leg kedua 16 besar nanti. Ia ingin, pendukung bersatu untuk mengintimidasi Milan.

"Old Trafford akan bergetar dan saya yakin, entah apakah mengenakan atribut tradisional merah-putih atau atribut protes berwarna hijau-emas, suporter akan bersatu dan sesuara untuk membantu kami lolos," ulas Ferguson. (SKY)