

MALANG, KOMPAS.com — Kongres Sepak Bola Nasional atau KSN yang akan digelar di Malang, 30 Maret mendatang, tidak akan bicara soal struktur PSSI, apalagi soal penggantian Ketua Umum Nurdin Halid. Demikian disampaikan anggota Panitia Lokal KSN, Rendra Kresna, Rabu (10/3/2010).
Penegasan ini sama dengan pernyataan yang disampaikan Steering Comitte (SC) Kongres Bola yang juga Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf, ketika acara rapat persiapan daerah di Malang, Senin (8/3/2010) malam.
Saat itu, Syaifullah juga bertemu Rendra dan Wali Kota Malang Peni Soeparto, yang juga menjabat sebagai Ketua PSSI Kota Malang. Ketiga pimpinan daerah inilah yang akan mempersiapkan akomodasi bagi kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Malang, 30 Maret 2010. Gus Ipul, nama panggilan akrab Syaifullah Yusuf, menjelaskan bahwa pihaknya akan sering ke Malang untuk mengecek kesiapan panitia di Malang, dalam hal akomodasi dan rincian acara.
Jumlah peserta Kongres akan mencapai sekitar 500 orang, terdiri dari akademisi, pengurus PSSI, para pengurus klub sepak bola, pengurus KONI, dan tokoh pendukung sepak bola. "Mereka akan berembuk untuk menemukan cara membangkitkan persepakbolaan nasional. Sering diungkapkan dengan pernyataan, masak dari 220 juta orang tak ada 15 orang saja yang bisa jadi tim," kata Gus Ipul.
"Ini bukan Munas, melainkan Kongres, sejenis sarasehan atau seminar untuk membahas persepakbolaan sebab bangsa kita ini sudah sangat lapar dengan prestasi olahraga. Sepak bola benar-benar jadi tumpuan harapan sehingga PSSI harus terlibat dan mendukung karena prestasi olahraga bola terkait dengan kinerja PSSI juga. Jadi, ini kesempatan yang baik bagi PSSI," katanya membantah rumor soal adanya agenda penggantian Nurdin Halid.
Lebih jauh, ia mengaku yakin tidak akan ada resistensi atau perlawanan dari pihak Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI di daerah di Jawa Timur sebab justru PSSI terlibat dalam proses kepanitiaan dan jalannya Kongres nanti.
Menambahkan itu, Peni Soeparto menyatakan bahwa pihaknya satu visi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang amat menginginkan adanya perubahan sistem pembinaan persepakbolaan. "Jadi, ini sebuah tugas yang ditujukan bagi kemajuan bangsa dan negara. Maka dari itu, demi bangsa dan negara juga, kami akan amankan dan sukseskan Kongres Bola di Malang nanti," katanya. (ODY)

