


FLORENCE, KOMPAS.com - Gol Juan Vargas di menit ke-27 berhasil membawa Fiorentina unggul 1-0 dari Bayer Muenchen pada babak pertama duel perdelapan final Liga Champoins, Selasa (9/3/2010). Agregat kini menjadi 2-2 dan "La Viola" hanya perlu mempertahakan kedudukan ini guna lolos ke babak selanjutnya.
Di babak pertama, duet mesin serangan Bayern, Franck Ribery dan Arjen Robben langsung dipasang Louis van Gaal sejak menit pertama. Kondisi keduanya sempat diragukan untuk bermain karena baru pulih dari cedera. Sedangkan di kubu "La Viola", Stevan Jovetic di tempatkan di lini depan untuk mendampingi Alberto Gilardino.
Pada 20 menit pertama, kedua tim bermain dengan penuh hati-hati. Tak satu pun ada tembakan mengarah ke gawang. Bayern yang biasanya mengandalkan kecepatan kedua sayapnya, tidak bermain keluar menyerang.
Fiorentina sendiri lebih banyak mengandalkan crossing jauh ke kotak penalti, namun semuanya mentah di barisan belakang "FC Hollywood".
Gol yang ditunggu-tunggu publik Florence akhirnya tercipta di menit ke-27. Tembakan jarak jauh Marco Marchionni gagal diantisipasi dengan sempurna oleh Hans-Jorg Butt. Bola terpental dan langsung disambar Juan Vargas lewat sebuah tembakan keras. Seisi Stadion Artemio Franchi pun bergemuruh menyambut gol tim kesayangannya.
Setelah gol itu, Van Gaal langsung mengubah strateginya dengan memasukkan Miroslav Klose. Strategi itu berhasil karena pergerakan Klose beberapa kali memecah konsentrasi lini belakang Fiorentina.
Di menit ke-33, Bayern memiliki peluang pertamanya di pertandingan ini. Robben yang sendirian di kotak penalti berhasil menembak bola dengan keras ke gawang "La Viola". Sayang, tembakannya dapat ditepis Sebastian Frey.
Itu adalah peluang terakhir kedua tim. Hingga jeda, skor masih 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.
Susunan pemain
Fiorentina: Frey; Kroldrup, Natali, Felipe, De Silvestri; Zanetti, Montolivo, Vargas, Marchionni; Gilardino, Jovetic
Bayern Muenchen: Butt; Badstuder, Van Buyten, Alaba, Lahm; Schweinsteiger, Van Bommel, Robben, Ribery; Gomez (Klose 30), Muller

