Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Ferguson Pantang Berkhianat
tjatur | Selasa, 09 Maret 2010 | 02:12 WIB
|
Share:
AFP/PAUL ELLIS
Pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson (kiri), dan Ketua Eksekutif Manchester United, David Gill.

TERKAIT

MANCHESTER, KOMPAS.com - Pelatih Manchester United (MU), Alex Ferguson tidak bakal mengkhianati klub dengan bergabung dengan konsorsium bentukan suporter, Kesatria Merah, yang ingin menggulingkan pemilik MU, Malcolm Glazer. Demikian keyakinan pemilik MU, Malcolm Glazer, seperti disampaikan juru bicaranya kepada Telegraph.

Sejumlah anggota Kesatria Merah sempat mengatakan Ferguson mendukung usaha mereka mengumpulkan dana untuk membeli semua saham Glazer. Ferguson bahkan disebut ikut menyumbang dana.

Ferguson, yang sempat menyebut aksi Kesatria Merah sebagai hal yang sia-sia, telah membantah hal tersebut. Menurutnya, tak ada kebenaran sama sekali dalam pernyataan-pernyataan itu.

MU menilai, tindakan Kesatria Merah menyeret nama Ferguson dalam gerakan mereka hanyalah akal-akalan untuk menggetarkan Glazer, sehingga akhirnya bersedia menjual MU. Namun, melalui juru bicaranya, Glazer menyatakan percaya seratus persen kepada Ferguson.

"Tingkat kepercayaan antara manajer dan pemilik mencapai mencapai seratus persen. Pernyataan yang berlawanan dengan itu sepenuhnya merupakan khayalan," ujar juru bicara itu.

Polemik kekuasaan MU bermula dari terungkapnya utang besar yang melilit Glazer. Pendukung khawatir, Glazer tak mampu membayar utang dan akhirnya menjual aset-aset penting klub. Suporter kemudian rajin melakukan demonstrasi mendesak Glazer mundur.

Karena tak mendapat tanggapan, sejumlah suporter kaya raya membentuk Kesatria Merah. Konsorsium ini dibentuk untuk menggalang dana membeli MU. Menurut pemberitaan media Inggris, Kesatria Merah siap menggelontorkan uang sampai 1,5 miliar poundsterling atau sekitar Rp 20 triliun. Namun, Glazer menyatakan tak akan menjual klub untuk harga berapa pun. (TEL)