


JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Kongres Sepak Bola Nasional (KSN) Agum Gumelar tak menampik kongres yang akan merekomendasikan solusi terkait melorotnya prestasi sepak bola Indonesia akan berujung pada kongres luar biasa (KLB).
KSN lahir karena adanya desakan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lantaran gelisah dengan bobroknya prestasi sepak bola Indonesia. Kongres merupakan wadah yang menampung aspirasi para pemangku sepak bola demi mengembalikan kejayaan Indonesia. "Gawean" ini merupakan kerja sama empat lembaga, yaitu Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
Banyak pihak menuntut kongres menghasilkan rekomendasi dan mendorong anggota PSSI menggelar KLB dengan agenda utama mengganti kepengurusan saat ini. Ternyata, Agum sendiri tak menampik hal tersebut.
"Itu kan sudah dibicarakan tadi. Arahnya memang ke sana (KLB)," kata Agum kepada wartawan seusai menggelar rapat finalisasi Tim 12 di Kantor Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Jumat (5/3/2010).
Pada rapat ini juga dipertegas, Agum menjadi Ketua KSN meski awalnya sempat menolak. "Beberapa waktu lalu saya masih mempertimbangkan karena harus membaca situasi. Tapi, karena kecintaan saya terhadap sepak bola, maka saya menerimanya. Kongres diharapkan bisa membawa perubahan," paparnya.
Rencananya, kongres dihadiri sekitar 500 peserta dan diadakan di Hotel Santika Malang pada 30-31 Maret. Pembukaan digelar di Stadion Gajayana. Presiden juga diagendakan menyaksikan pertandingan antara Arema Malang dan Persitara dalam lanjutan Liga Super Indonesia.

