


Ronaldinho dan Pato tidak bermain dalam uji coba terakhir melawan Irlandia di London, Selasa (2/3), yang berakhir 2-0 untuk kemenangan Brasil. ”Semua orang mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya di lapangan. Ronaldinho dan Pato telah diberikan kesempatan untuk bermain dan kini semuanya telah diputuskan,” kata Dunga.
Kemenangan atas Irlandia diwarnai permainan gemilang Robinho yang mencetak gol kedua tim Samba dan membuka peluang terciptanya gol pertama. ”Kami harus bekerja dengan 23 pemain, kami harus membentuk satu grup dan tahu pemain mana yang bisa diganti atau tidak. Semuanya sudah hampir jelas bagi kami. Kami memiliki beberapa opsi berbeda, tergantung dari bagaimana kami akan bermain,” tutur Dunga.
Saat ditekan soal Ronaldinho, Dunga mengatakan, ”Pele pernah menjadi pemain terbaik di dunia. Saya juga pernah bermain. Pemain datang dan pergi. Kami telah memutuskan tim, tetapi masih ada beberapa hal yang perlu dipastikan.”
Dunga juga mengakui bahwa timnya masih membutuhkan perbaikan jika ingin disebut sebagai tim favorit di Piala Dunia. Brasil menunjukkan sisi baik dan buruk saat mengalahkan Irlandia di Stadion Emirates dan Pelatih ”Selecao” mengetahui masih ada ruang untuk perbaikan sebelum tampil di Afrika Selatan.
Seperti yang sudah-sudah, peraih lima kali juara dunia itu disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk menjuarai turnamen empat tahunan tersebut. Namun Dunga mengklaim, ia terkejut dengan penilaian itu karena ia terus mendengar bahwa para pemainnya yang memperkuat klub Eropa tampil buruk musim ini.
Dunga dengan jujur mengakui Brasil tidak boleh tampil seperti di babak pertama saat menghadapi Irlandia pada laga sesungguhnya di Afrika Selatan. Brasil membutuhkan gol bunuh diri Keith Andrews untuk memecah kebuntuan menjelang babak pertama berakhir sebelum menunjukkan permainan sebenarnya di babak kedua saat Robinho mencetak gol indah mengakhiri 22 kali umpan, termasuk umpan tumit dari Kaka dan Grafite.
Gol itu mencerminkan keajaiban permainan Brasil yang sesungguhnya, tetapi Dunga lebih menekankan keseimbangan tim daripada permainan menghibur yang selalu dituntut publik Brasil. ”Setiap kali Brasil ke Piala Dunia, ceritanya selalu sama. Bagi saya, tidak penting menjadi favorit atau tidak. Kami hanya harus bermain,” ujar Dunga.
”Bagi saya, sangat mengejutkan bahwa Brasil menjadi favorit karena saya telah membaca akhir-akhir ini bahwa semua pemain Brasil bermain buruk di Eropa. Semua orang tahu kami akan menghadapi lawan yang sebagus Brasil. Mereka akan mempertaruhkan hidup selama Piala Dunia.”
Dunga juga memuji penampilan Robinho yang seperti terlahir kembali sejak bergabung ke Santos dari Manchester City.
”Robinho adalah seseorang yang selalu memiliki emosi besar untuk tim nasional. Ia sangat menentukan. Semua orang bisa melewati saat-saat buruk, tetapi kami akan memotivasi mereka karena semua pemain sangat penting. Sangat membantu ia bisa kembali ke Brasil karena Anda bisa melihat ia kembali bergembira,” tutur Dunga.
Pelatih Irlandia Giovanni Trapattoni memperkirakan, Brasil bakal melaju hingga final di Afrika Selatan.
”Mereka memiliki pemain yang sangat kreatif dan kemampuan teknik yang luar biasa. Mereka juga memiliki skuad dengan banyak pilihan. Saya kira mereka akan terus bertahan di Piala Dunia, mungkin hingga babak final,” ujar pelatih asal Italia ini.

