Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Tunduk dari Aussie, Indonesia Nihil Kemenangan
hpr | Rabu, 03 Maret 2010 | 17:38 WIB
|
Share:
AFP/Greg Wood
Pemain Indonesia, Firman Utina dan Ponaryo Astaman mencoba menekan penyerang Australia, Josh Kennedy. Indonesia akhirnya kalah 0-1.

TERKAIT

BRISBANE, KOMPAS.com — Indonesia dipaksa tunduk 0-1 dari Australia pada pertandingan terakhir kualifikasi Piala Asia 2011 Grup B di Stadion Suncorp, Brisbane, Rabu (3/3/2010). Hasil ini membuat Australia lolos ke putaran final di Qatar. Satu tiket lagi akan diperebutkan antara Kuwait dan Oman.

Sementara Indonesia pun nihil kemenangan. Tampil enam kali di babak kualifikasi, Indonesia seri 3 kali dan kalah 3 kali. Ini kegagalan pertama Indonesia ke putaran final Piala Asia sejak 1996. Kegagalan yang seolah melengkapi serangkaian kisah pilu sepak bola Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini.

Tampil di kandang sendiri, Aussie mencoba terus menekan. Mereka tampak tak mau hanya mengejar hasil seri.

Indonesia sempat kesulitan oleh tekanan Australia. Bahkan, pada 10 menit pertama, Indonesia beberapa kali terkurung. Unggul postur tubuh, Australia banyak mengirimkan umpan silang ke gawang Indonesia.

Rapatnya pertahanan Indonesia membuat serangan Australia selalu gagal. Bahkan, Indonesia beberapa kali berhasil melakukan serangan yang cukup merepotkan Australia.

Tak mau tertekan, Australia kembali menekan dan ini membuat Indonesia bertahan lagi. Rapatnya pertahanan Indonesia sempat membuat Australia agak frustrasi. Pada menit ke-36, kapten Jason Culina terpaksa melakukan tendangan jarak jauh. Bola mengarah ke gawang Indonesia. Namun, kiper Markus Horison berhasil menangkapnya.

Australia tak putus asa menyerang. Pada menit ke-42, mereka akhirnya mencetak gol juga. Berawal dari tendangan bebas, Mulligan menyambarnya. Bola membentur tiang gawang, tetapi dia masih bisa mengejar. Dari sudut sempit sambil membalikkan badan, Mullugan melepaskan tendangan kaki kiri. Kiper Markus Horison mencoba mengeblok, tetapi bola lepas dari tengah kakinya dan gol, 1-0.

Memasuki babak kedua, Australia masih menguasai permainan. Mereka tetap mengandalkan umpan silang untuk memanfaatkan kelemahan Indonesia dalam adu udara.

Pada menit ke-51, Kennedy mendapat umpan silang manis. Namun, sundulannya melenceng. Semenit kemudian, dia kembali mendapat umpan silang. Lagi-lagi, sundulannya lepas dari sasaran.

Ini membuat Australia makin rajin menekan. Menit ke-54, gantian Cullina mampu melepaskan tendangan ke gawang. Markus Horison masih bisa menangkap bola. Semenit kemudian, Ismed Sofyan berhasil membalas dengan tendangan ke gawang, tetapi masih terlalu lemah. Tak lama kemudian, gantian Bambang Pamungkas melakukan tendangan ke gawang Australia, tetapi bola terlalu melambung.

Pada menit ke-59, Indonesia berusaha mengubah strategi. Firman Utina ditarik, digantikan Eka Ramdani. Sedangkan Syamsul Chaerudin digantikan Hariono.

Namun, itu tak banyak membantu. Australia tetap mampu menekan. Bahkan, pada menit ke-63, Cullina dibiarkan melepaskan tendangan ke gawang. Beruntung, Horison mampu menangkapnya. Kapten Australia ini terus menjadi ancaman buat Indonesia. Menit ke-69, tendangan jarak jauhnya membentur tiang gawang.

Memasuki menit ke-75, Aussie kembali mengurung. Beberapa peluang pun tercipta dari Culina dkk. Namun, Markus masih tangguh, selain penyelesaian Aussie kurang sempurna.