


LONDON, KOMPAS.com - Pelatih Chelsea, Carlo Ancelotti, mendesak keras anak didiknya untuk segera bangkit dan kembali memenangi laga, bila masih ingin menjuarai Premier League dan Liga Champions musim ini. Pertemuan dengan Stoke City di ajang Piala FA, Minggu (7/3/2010) bakal menjadi kesempatan pertama Chelsea untuk menjawab desakan Ancelotti.
Sikap Ancelotti tak lepas dari kekalahan yang diderita Chelsea dalam dua laga terakhirnya, yaitu 1-2 dari Inter Milan di leg pertama 16 besar Liga Champions dan 2-4 dari Manchester City di pentas Premier League, akhir pekan silam.
Hal itu membuat Chelsea terancam tersingkir dari Liga Champions dan terancam tergusur dari singgasana Premier League. Saat ini, di klasemen Premier League, mereka cuma unggul satu angka dari Manchester United di tempat kedua.
Kekecewaan terbesar Ancelotti adalah kekalahan dari City. Saat itu, dua pemain mereka, Juliano Belletti (menit ke-75)dan Michael Ballack (81) mendapat kartu merah. Selain itu, gol pertama dan terakhir City, yang dicetak Carlos Tevez dan Craig Bellamy, terjadi akibat kurangnya determinasi John Terry dalam menekel lawan dan memotong umpan.
Ancelotti tak punya waktu untuk menyesali kegagalan itu. Ia ingin, anak-anak menunjukkan kekuatan mental dengan mengevaluasi dan memperbaiki kualitas permainan. Mengingat Premier League tinggal menyisakan sepuluh laga dan akan menghadapi Inter di leg kedua 16 besar Liga Champions, 24 Februari mendatang, Chelsea sudah tak punya jatah salah lagi.
"Tak ada waktu untuk marah sekarang. Kami tampil buruk. Namun, kami harus melihat ke depan. Keadaan selalu sulit ketika kita menderita kekalahan. Namun, kami berpeluang menyiapkan laga berikut dengan baik dan arah yang bagus. Kami ingin menunjukkan arah yang bagus saat melawan Stoke di Piala FA," ungkap Ancelotti.
"Kami memiliki kepercayaan diri terhadap permainan kami dan kami ingin mempertahankannya. Lebih baik bagi kami melupakan (kekalahan) itu dengan segera," lanjutnya.
Secara khusus, Ancelotti mencermati dua gol City yang terjadi dalam serangan balik. Poin ini penting karena Chelsea tak pernah kecolongan gol dengan cara itu.
"Kami kehilangan keseimbangan ketika ketinggalan dan kami kemasukan dua gol dari serangan balik. Biasanya, tim ini tak pernah kemasukan gol dari serangan balik. Namun, kadang kala, itu bisa terjadi," ulasnya.
"Kami menempatkan terlalu banyak pemain di depan, tanpa ada perlunya karena kami memiliki 45 menit (babak pertama) untuk memastikan diri memenangi laga ini," tambahnya. (GL)

