

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim nasional futsal Indonesia kembali tak berdaya saat melawan Australia pada babak final kualifikasi Piala AFC zona ASEAN di Tennis Indoor, Kamis (25/2/2010). Indonesia digilas Australia 3-0.
Laga final ini bagai ajang reuni bagi kedua tim. Sebelumnya, kedua tim pernah bertemu di babak penyisihan Grup A ketika pasukan Robby Hartono ini juga menyerah 1-4.
Meskipun demikian, Indonesia tetap lolos ke putaran final di Uzbekistan, Mei mendatang. Sementara itu, Vietnam juga melaju ke putaran final setelah menyingkirkan Malaysia 6-3.
Pada laga final, petaka bagi Indonesia dimulai pada menit ketujuh. Akselerasi Tobias Seeto di sektor kiri gagal dibendung oleh barisan pertahanan Indonesia. Hasilnya, tendangan kaki kanannya meluncur deras ke tengah gawang Indonesia yang dikawal Yos Adi Wicaksono, 1-0.
Setelah gol itu, Australia lebih unggul dalam penguasaan bola. Mereka terus menekan dan menggempur pertahanan Indonesia dari berbagai lini. Hal ini membuat Indonesia lebih banyak bertahan dan berusaha memaksimalkan peluang dari kelemahan lawan.
Meskipun demikian, gawang Indonesia bukan tanpa ancaman. Pada menit kesembilan, Ross-Magee nyaris menggetarkan gawang Indonesia. Beruntung tembakananya gagal mengenai target.
Di kubu Indonesia, peluang emas baru diciptakan Denny Handoyo pada menit ke-13. Seusai mencuri bola dari kaki lawan, Denny dengan cepat melakukan solo run. Tak mendapat ruang tembak, Denny memberikan umpan silang kepada Sayan Karmadi.
Namun, Sayan terlalu terburu-buru mengeksekusi bola sehingga bola hanya melebar. Lima menit kemudian, Sayan kembali membuang peluang emas.
Setelah berhasil menembus kotak penalti, Vennard Hutabarat melakukan backpass kepada Sayan. Namun, tembakannya lagi-lagi masih melebar. Kerja keras mereka belum membuhkan hasil hingga turun minum.
Selepas jeda, belum sempat memberikan tekanan hebat, gawang Indonesia kembali kebobolan saat laga berjalan semenit. Dean Lockhart berhasil memaksa Wickasono memungut bola di gawangnya.
Setelah itu, laga semakin alot dan cenderung memeragakan permainan keras. Australia yang belum puas dengan dua gol terus menekan seraya mencari peluang mencetak gol. Pasukan Robby Hartono bermain keras untuk mengadang determinasi Austaralia.
Strategi ini cukup jitu. Australia beberapa kali terlihat frustrasi karena usaha mereka mentok. Namun sayang, Indonesia kembali kecolongan saat laga tersisa lima menit.
Berawal dari serangan balik, Seeto melakukan penetrasi dan berhasil menyarangkan bola. Skor 3-0 di papan bertahan hingga laga usai.
Selepas pertandingan, pelatih timnas, Robby Hartono, tetap menghargai usaha keras anak asuhnya.
"Meski kami kalah, saya tetap menghargai perjuangan keras anak-anak," ungkap Robby saat jumpa pers.
Lebih jauh, Robby mengatakan akan terjadi perombakan di tubuh skuadnya pada putaran final nanti.
"Kami akan memperbaiki dan terus mengasah kemampuan tim. Perombakan tim mungkin terjadi. Empat pemain yang dicoret pada laga ini masih ada kesempatan untuk kembali ke skuad," pungkasnya.

