


SURABAYA, KOMPAS.com - Sebagai bentuk protes atas sanksi yang diberikan Komdis PSSI, Panpel Persebaya imbau supporter yang datang ke Stadion Gelora 10 Nopember Tambaksari Surabaya memakai pakaian hitam atau warna gelap saat pertanduingan melawan Persijap Jepara, hari ini Rabu (24/2/2010).
"Pemakaian atribut warna hitam atau gelap ini sebagai bentuk reaksi atau protes atas sanksi yang diberikan PSSI pada Persebaya. Karena selama ini sanksi yang diberikan pada Persebaya dinilai sangat berat dan tidak berdasar," ujar Ketua Panitia Panpel Pertandingan Persebaya Paulus Helly saat dikonfirmasi, Rabu (24/2/2010).
Ia mengatakan, imbauan yang disampaikan Panpel memang dinilai tidak efektif. Tapi dia berharap supporter bisa menaati saran panpel karena kalau melanggar Persebaya bisa kena tambahan sanksi.
Menurut dia, upaya yang dilakukan Panpel ini memang tidak mudah, karena komponen supporter Persebaya tidak hanya datang dari Surabaya, tapi juga dari berbagai daerah. Cara ini kemungkinan akan menyulitkan. Tapi pihaknya juga sudah menyiapkan upaya lain, misalnya dengan menyediakan rompi plastik warna hitam.
Menyikapi imbauan panpel, salah satu koordinator Bonek, Nur Hasim mengatakan, bonek boleh saja pakai baju hitam. Namun, lanjut dia, berdasarkan hasil koordinasi kemarin, Selasa (23/2/2010), bonek juga ada yang menyepakati untuk memakai jaket kulit alias telanjang dada dan menggunakan sarung.
"Dengan telanjang dada dan gunakan sarung, ini juga menjadi wujud protes kami pada keputusan Komdis PSSI yang sangat melecehkan bonek dan seluruh insan sepakbola di Surabaya," kata Hasim.
Seperti diberitakan sebelumnya, akibat ulah beberapa oknum supporter, Persebaya Surabaya terkena beberapa sanksi dari Komdis PSSI di antaranya denda Rp250 juta. Selain itu Persebaya dilarang didampingi supporter saat partai tandang selama 2 tahun, dan di pertandingan kandang supporter Persebaya juga tidak diperbolehkan memakai atribut Persebaya.

