


Siapa yang menyangkal talenta Arjen Robben sebagai salah satu gelandang serang terbaik saat ini? Tidak ada. Namun, orang juga akan sulit menolak jika Robben disebut sebagai pemain yang rentan cedera. Karena itu, dia dijuluki berkaki kaca yang rentan pecah.
Itulah dua situasi yang mengitari perjalanan karier sang sayap lincah ini selama lebih dari lima musim terakhir. Saat resmi dinyatakan dibeli pada Agustus 2009, tak sedikit yang menganggap bahwa Bayern Muenchen berjudi. Akan tetapi, tak banyak pula yang menyatakan bahwa Robben adalah pembelian terbaik untuk melengkapi kekuatan yang sudah dimiliki saat ini.
Dia dianggap bakal melengkapi kemampuan Franck Ribery di sisi kiri serangan Bayern. Robben yang sejatinya mengandalkan kaki kiri cukup piawai ketika dipasang di sisi kanan.
Aksi menjanjikan memang langsung muncul satu hari setelah resmi berkostum Bayern. Robben melakoni debut yang manis. Dua gol sukses dicetaknya pada laga versus Wolfsburg. Kehadiran Robben sekaligus memberikan kemenangan pertama Bayern musim ini setelah di tiga laga hanya bisa dua kali seri dan sekali kalah.
"Dia (Robben) akan membuat tim kami lebih atraktif," ucap Presiden Bayern Uli Hoeness. "Dia merupakan salah satu gelandang serang terbaik Eropa. Dia selalu berada dalam daftar pemain yang kami inginkan. Skuad akan sempurna dengan Robben di sisi kanan dan Franck Ribery di sisi kiri."
Robben tak kalah senang bisa bergabung dengan Bayern. Meski awalnya agak ogah-ogahan untuk pindah dari Real Madrid, dia akhirnya memutuskan untuk pindah ke Jerman awal musim ini.
"Aku merasa sangat diterima di sini. Bayern adalah klub besar penuh sejarah hebat dan aku senang bisa berada di sini," kata dia.
Cepat bangkit seusai cedera
Bulan madu Robben dengan Bayern berlangsung hanya sekitar satu bulan saja. Saat melakoni laga melawan Juventus di Liga Champions (30/9/2009), Robben terkapar di tengah lapangan dan harus ditandu. Lutut kanannya dinyatakan cedera parah. "Saya pikir cedera Robben cukup serius, sungguh ini bukan sesuatu yang baik bagi kami," ujar Pelatih Louis van Gaal.
Dia sempat dinyatakan harus beristirahat selama empat pekan. Faktanya, untuk kembali merumput, Robben butuh waktu delapan pekan. Dua kali lipat dari prediksi sebelumnya. Dia baru kembali dimainkan sebagai pemain pengganti pada awal Desember 2009.
Baru saja sembuh beberapa pekan, dia kembali mengalami masalah di kakinya. Saat Bayern melakukan latihan di sela-sela winter break di Dubai, Uni Emirat Arab, Januari lalu, Robben kembali meringis di tengah lapangan.
Beruntung, cedera keduanya itu tidak separah yang pertama. Namun, Robben masih menyimpan trauma akibat cedera pada akhir Septrember 2009 itu. Maka, ketika Philipp Lahm melakukan sebuah tackle kepadanya di sebuah sesi latihan, Januari silam, emosi Robben sempat terpancing. Keduanya sempat terlibat adu mulut dan saling dorong.
Namun, hal itu hanyalah emosi sesaat. Seusai latihan, suasana panas itu sudah menguap. "Itu sebuah hal normal. Latihan memang seperti itu, tidak ada yang luar biasa. Seusai berlatih, hubungan kami baik-baik saja," jelas Robben kepada Bild.
Insiden itu malah menjadi momentum kebangkitan Robben pascacedera. Ketika Bayern kembali bermain seusai winter break, Robben selalu diturunkan sebagai starter. Bahkan, tak cuma itu, penampilannya di atas lapangan pun sangat mengagumkan. Beberapa kali Robben menjadi inspirator kesuksesan Bayern meraih tiga angka.
Di lima laga terakhir Bayern di Bundesliga 1, Robben memang selalu dimainkan sejak menit pertama. Bahkan, di empat laga paling akhir, Robben selalu mencetak gol. Salah satunya adalah gol krusial yang menentukan kemenangan Bayern 3-2 di kandang Werder Bremen (23/2). Robben pun ikut menyumbang gol ketika Bayern menggulung spVgg Greuther Furth 6-2 di ajang DFB Pokal (10/2).
Dugaan bahwa Robben masih akan selalu didekati cedera memang belum terbantahkan. Namun, performanya di atas lapangan musim ini mampu menutupi bahwa dia adalah pemain "berkaki kaca". Bahkan, Robben seolah diproklamirkan bakal menggantikan peran Ribery di dalam permainan Bayern.
Robben memang bukan sosok bertulang baja dan berotot kawat layaknya Gatotkaca. Dia juga tak pernah digodog di kawah Candradimuka. Namun, Robben tetap punya talenta yang bisa membuatnya terbang tinggi. Talenta yang mampu mengubah "kaca" menjadi "besi". (adwi/SOCCER)
Nama lengkap: Arjen Robben
Julukan: The Flying Dutchman
Lahir: Bedum, Gronigen (Belanda), 23 Januari 1984
Tinggi/Berat: 181 cm/75 kg
Posisi: Midfileder
Nomor kostum: 10 (Bayern)
Debut Bundesliga 1: 29 Agustus 2009, Bayern 3-0 Wolfsburg
Debut timnas: 30 April 2003, Belanda 1-1 Potugal
Karier klub:
2000-2002 FC Gronigen (46 main, 8 gol)
2002-2004 PSV Eindhoven (56 main, 17 gol)
2004-2007 Chelsea (67 main, 15 gol)
2007-2009 Real Madrid (50 main, 12 gol)
2009- ... Bayer Muenchen (14 main, 8 gol)*
*Hingga 13 Februari 2010


