


JAKARTA, Kompas.com - Kompetisi sepak bola antarsiswa SLTP da SLTA Liga Pendidikan Indonesia (LPI) untuk tingkat kabupaten Ciamis, Jawa Barat, secara resmi baru dimulai Selasa (16/2/10) pagi. Sementara, Kabupaten Sukabumi justru sudah menyelesaikan persaingannya, dengan anak-anak SMPN 13 dan SMAN 5 menjadi wakil mereka untuk tingkat provinsi Jabar yang rencananya akan dilangsungkan bulan depan.
Panitia pelaksana (panpel) LPI Kabupaten Ciamis mengaku siap menyelenggarakan ajang kompetisi sepak bola antarsekolah SMP dan SMA ini. Hal tersebut disampaikan oleh Anwar Basuki, Kepala Bidang Olahraga Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis sekaligus Ketua Panpel LPI Kabupaten Ciamis.
"Kami sudah siap menggelar LPI ini, spanduk dan umbul-umbul LPI sudah kami pasang di tempat-tempat strategis agar mudah diketahui oleh masyarakat," ungkap Anwar.
Mengenai jumlah peserta, Anwar mengatakan ada empat tim dari SMA dan empat tim dari SMP. Semua tim yang terdaftar merupakan jebolan dari Turnamen Sepak Bola Handayani. Turnamen ini merupakan ajang rutin yang diselenggarakan oleh Pemkab Ciamis setiap tahun. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Akasah secara resmi membuka kompetisi LPI tingkat Kabupaten Ciamis ini dengan melakukan tendangan bola pertama.
LPI Sukabumi
Sementara itu, hari terakhir pelaksanaan Liga Pendidikan Indonesia Kota Sukabumi, Senin (15/2) lalu, disuguhi dengan pertandingan ketat antara SMPN 12 dan SMPN 13. Kedua tim harus menyelesaikan laga final tersebut dengan adu penalti, setelah pada pertandingan normal 2 x 30 menit dan perpanjangan waktu kedudukan tetap imbang 1-1.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Surya Kencana tersebut akhirnya dimenangkan SMPN 13 dengan skor tipis 4-3. Kemenangan SMPN 13 ini tidak lepas dari penampilan kiper mereka yang bermain cukup percaya diri. Dua tendangan yang dilepaskan pemain SMPN 12 berhasil ia blok.
"Kalau permainan sebenarnya antara tim SMPN 13 dan SMPN 12 tidak jauh berbeda. Mereka sama-sama bagus. Cuma karena ini adu penalti, saya berpendapat tim SMPN 13 lebih beruntung. Apalagi kipernya juga cukup bagus," ujar Oscar, panpel setempat.
Berbeda dengan tingkat SMP, laga final tingkat SLTA justru berakhir antiklimaks. Tim SMAN 5 tampil digdaya menghajar SMAN 4 dengan skor telak 7-1. Tim yang diasuh pelatih Ahmad, guru olahraga SMAN 5 ini unggul teknik maupun kecepatan. Buktinya, ketujuh gol yang mereka sarangkan ke gawang SMAN 4 adalah hasil umpan terobosan dari lini tengah.
"SMAN 5 ini memang sejak awal merupakan harapan kami nanti di tingkat provinsi. Mereka sejak awal sudah diprediksi akan menjadi juara dalam kompetisi Liga Pendidikan Indonesia ini," kata Oscar.
LPI tingkat Kota Sukabumi dilaksanakan sejak 2 Februari lalu dengan menggunakan sistem gugur. Jumlah pesertanya sebanyak 27 sekolah, yaitu 17 SMP dan 10 SMA.

