Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Pandev: Terima Kasih, Inter
lhw | Minggu, 07 Februari 2010 | 23:59 WIB
|
Share:

MILAN, KOMPAS.com - Inter Milan patut berterima kasih kepada striker Goran Pandev karena ia tampil gemilang ketika timnya mengalahkan Cagliari. Sebaliknya, Pandev juga berterima kasih kepada klub karena telah diberi kesempatan.

Pandev bermain baik dalam duel yang berlangsung pada Minggu (7/2/2010) itu. Ia mencetak gol pembuka dan menjadi bidan lahirnya gol ketiga oleh Diego Milito. Inter akhirnya menang 3-0 dan Pandev menilai kemenangan itu memang layak bagi "I Nerazzurri".

"Kami masih dapat jauh lebih baik lagi," katanya kepada Sky Sport. "Kami bermain bagus tapi saya selalu ingin lebih."

"Aku senang mendapat tiga poin. Itu laga sulit dan kami menunjukkan semua kemampuan kami dan kami layak atas kemenangan ini," ujar pemain asal Macedonia itu.

Bisa dibilang, Pandev cepat beradaptasi dengan permainan Inter. Pemain yang baru bergabung ke Inter pada Januari lalu itu langsung cocok dipasangkan dengan Milito. Duet keduanya berhasil memorak-porandakan AC Milan dalam duel derbi tahun ini. Padahal, Pandev lama absen saat masih di Lazio.

"Aku absen sangat lama tapi aku sudah melupakan semua itu. Tampaknya aku akan di sini selamanya. Terima kasih Inter. Aku tak bisa meminta lebih," pungkasnya.

Lazio sebetulnya cukup senang memiliki pemain seperti Pandev. Pada 2004, "I Biancocelesti" meminta separuh hak atas pemain berusia 26 tahun tersebut. Separuh hak lainnya dipegang oleh Inter.

Di Lazio, penampilan Pandev memuncak. Setelah pelatih Delio Rossi menukangi klub ibu kota Italia itu, Lazio mantap membeli penyerang tersebut. Mulai tahun 2006, permainan Pandev kian bersinar. Setelah berhasil mengantar timnya ke Liga Champions, produktivitas golnya pun meningkat. Pada musim 2007/08, ia membukukan 19 gol dari 38 penampilan. Musim berikutnya, ia tampil 34 kali dan mencetak 15 gol.

Sayang, akhir musim lalu ia terbentur masalah dengan Presiden Lazio, Claudio Lotito. Lotito menganggap Pandev tak setia karena sebelumnya Pandev mengatakan ingin pindah. Mulai musim lalu pula, Lotito melarang pelatih untuk menurunkan Pandev dalam setiap laga. Namun, Lotito tidak pernah mau melepasnya.

Pandev tidak terima dengan perlakuan presiden klub itu dan mengajukan masalahnya ke meja hijau. Pengadilan memenangkan gugatan Pandev dan memaksa Lazio melepas pemain tersebut.