


MILAN, KOMPAS.com - Pelatih Inter Milan, Jose Mourinho, agak kecewa dengan kasus yang melanda kapten Chelsea, John Terry. Ia mendukung Terry karena dialah yang menunjuk Terry sebagai kapten semasa melatih "The Blues".
Setahun sebelum Mourinho datang ke Stamford Bridge, Claudio Ranieri memilih Terry sebagai wakil kapten. Ban kapten dipegang oleh Marcel Desailly.
Begitu Mourinho datang pada 2004, jabatan kapten langsung diberikan kepada JT, panggilan Terry. Mourinho berkisah, pesona Terry sama dengan Javier Zanetti, kapten Inter saat ini.
"Saya memberikan ban kapten kepada JT di Chelsea dan saat itu tidak ada orang seperti Javier Zanetti, yang tak tersentuh di Inter," kata Mourinho.
"Saya datang, bicara kepada pemain dan mendapatkan dua orang yang bisa menjadi kapten. Pertama Terry, lainnya adalah wakil kapten Frank Lampard. Saya selalu merasa bahwa itu merupakan keputusan sempurna," tambahnya.
Mourinho bangga karena keputusannya itu membuahkan hasil baik di kemudian hari. Terry bahkan menjadi pemain yang paling berpengaruh di Stamford Bridge hingga sekarang.
"Setelah saya, banyak manajer di Chelsea dan kini mereka harus bicara kepada mereka. Saya selalu beruntung dengan kapten-kapten yang saya tunjuk karena sulit bagi sebuah tim sukses tanpa kapten hebat," tegas mantan pelatih FC Porto itu.
Mourinho menambahkan, Terry tak ubahnya seperti mantan kapten Porto, Jorge Costa. Costa juga merupakan pilihan Mourinho dan yang sangat ia banggakan.
"Kapten saya di Porto keluar ruang ganti selama dua menit di masa istirahat ketika kami kalah 1-0 dan main sangat buruk. Dia berteriak dan berteriak dan berteriak. Saya datang dan hanya bicara soal taktik. Kami menang 2-1 bersama kapten tangguh, Jorge Costa, seorang bek tengah," kenangnya.
Terry saat ini harus melepas jabatannya sebagai kapten tim nasional Inggris karena skandal perselingkuhannya dengan mantan model pakaian dalam asal Perancis. Tugas kapten Inggris sekarang diserahkan pemain Manchester United, Rio Ferdinand. (FBI)

