

PESAWARAN, KOMPAS.com - Harga kakao di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, dalam sepekan ini kembali mengalami kenaikan antara Rp 1.000-Rp 2.000/kg.
"Sekarang harga biji kakao kering Rp 23.000/kg dan kakao basah berkisar Rp 9.000/kg sedang sepekan lalu harganya Rp 21.000 dan Rp 8.000/kg," kata Sumarno (39), pekebun kakao, di Pesawaran, Sabtu (6/2/2010).
Menurut dia, beberapa waktu lalu pasokan kakao cukup banyak membuat harga komoditas itu turun. Hal itu menyebabkan pekebun tidak langsung menjual hasil panen mereka agar harganya tidak terlalu merosot.
Harga kakao sejak sepekan ini kembali naik, karena pekebun banyak yang tidak menjual hasil panen mereka sehingga membuat pasokan kakau stabil. "Mudah-mudahan untuk pekan depan naik kembali dan bertahan tinggi, sehingga pekebun kakao tidak mengalami kerugian," katanya.
Pekebun kakao mengharapkan harga tetap stabil, kendati musim hujan seperti saat ini cukup menyulitkan petani untuk menjemur.
Pekebun kakao lainnya, Rambat, mengatakan, berkebun kakao selama ini menjadi andalan karena dapat dipanen setiap minggu. "Kami berharap harga kakao bisa naik lagi, karena berkebun kakao adalah mata pencaharian utama pekebun apabila harganya selalu turun membuat pekebun mengalami kerugian," jelas dia.
Pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Dinas Perkebunan juga diminta membantu pekebun untuk meningkatkan mutu dan hasil perkebunan kakao petani, sehingga harganya akan naik dan semakin meningkat.
Berdasarkan data dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Pesawaran, luas areal perkebunan kakao pada tahun 2008 mencapai 13.366 ha dengan jumlah produksi 18.776,52 ton/ha.

