

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelatih Tim Nasional Futsal Indonesia, Robby Hartono, mengaku kecewa karena pasukannya tampil dengan variasi yang minim dalam uji coba yang bertajuk Futsal All Star Game yang digelar di Istora Senayan, Jumat (5/2/2010).
“Sebenarnya ini bukan hasil maksimal yang saya harapkan. Perkembangan permainan dari masing-masing pemain itu yang menjadi incaran kami. Dari hasil ini bisa kelihatan variasi yang masih kurang dari beberapa pemain. Selain itu, karena tim kami dibagi dua, kebiasaan-kebiasaan dalam satu tim yang sudah dibagun menjadi tak terlihat,” ungkapnya.
Laga uji coba itu menjadi bagian dari persiapan timnas futsal menghadapi babak kualifikasi AFC Futsal Championship 2010 zona ASEAN yang akan digelar di Tenis Indoor pada 20-25 Februari 2009. Indonesia bersama Australia dan Myanmar berada di grup A. Dua wakil Grup A akan berhadapan dengan dua wakil dari Grup B. Grup ini dihuni oleh Malaysia, Vietnam, Kamboja, dan Filipina.
Pada uji coba kemarin, timnas dipecah menjadi dua, yaitu Tim Indonesia Merah dan Tim Indonesia Putih. Pada babak penyisihan, Tim Indonesia Merah berhasil mengalahkan Lifuma (Liga Futsal Mahasiswa) 7-4. Hasil positif juga diraih Tim Indonesia Putih. Mereka menang tipis dengan skor 3-2 melawan Indonesia Futsal Selection (IFC). Di partai puncak, Tim Indonesia Merah menjadi pemenang setelah menundukkan Tim Indonesia putih 5-2.
Sang pelatih menilai, memang timnas kurang tampil maksimal. Menurutnya, timnya terlihat monoton dalam melakukan pola serangan. Meski begitu, ia memandang, timnya memiliki mental yang bagus. "Mental anak-anak cukup bagus. Mereka tak terlihat tertekan. Saya yakin faktor itu tak akan jadi kendala pada babak kualifikasi nanti," ungkap Robby.
Sementara itu, Manajer Timnas, Darius Sinatrya, berbeda pendapat dengan Robby. Ia memandang timnya dalam kondisi tertekan. “Saya harus mengatakan kami tidak membuat hasil akhir menjadi patokan, tapi karena ini uji coba pertama kami dalam bentuk turnamen, ini sudah bagus. Saya melihat anak-anak tidak lepas dalam bermain, entah karena faktor tadi. Kondisi dalam tekanan ini menjadi sesuatu yang harus dibenahi lagi pastinya,” beber Darius.
Sebelum menjalani kualifikasi nanti, timnas berencana mengadakan uji coba dengan Jepang dan China. Langkah ini diambil untuk menguji kekuatan timnas menghadapi lawan-lawan yang memiliki peringkat di atas Indonesia. Namun, menurut Darius, rencana tersebut masih belum pasti.
Hingga saat ini belum ada kejelasan dari Jepang dan China. Namun, kami masih menunggu hingga 12 Februari nanti. Jadi, kita lihat saja nanti," ucap Darius. "Namun, andai tak bisa datang, kami tak bisa berbuat apa-apa. Itu realita yang ada. Meskipun demikian, kami akan tetap melakukan uji coba dengan tim-tim futsal yang juga kualitas baik," pungkasnya. (*)

