Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Inggris Pun Terbelah Soal John Terry
Jumat, 05 Februari 2010 | 04:17 WIB
|
Share:
AP PHOTO/SCOTT HEPPELL
John Terry masih menggunakan ban kapten di lengannya saat timnya, Chelsea, bertanding melawan Hull City di ajang liga Inggris di Stadion KC, Selasa (2/2).

Oleh PRASETYO EKO P

Pantaskah John Terry mengangkat Piala Dunia seandainya Inggris juara? Pertanyaan itu menjadi perdebatan panas di Inggris menyusul terbongkarnya perselingkuhan kapten ”Three Lions” itu.

Tiger Woods mampu menutupi sisi kelam kehidupannya selama bertahun-tahun, namun tidak demikian dengan mega bintang sepak bola Inggris, JohnTerry, salah satu atlet palingterkenal, yang kehidupannya hampir selalu terpampang bagi publik. Pada tahun2001, Terryyangmabuk, menghina turis Amerika di BandaraHeathrow hanya beberapa saat setelah serangan teroris 9/11.

Setahun kemudian, ia tertangkap kamera tengah kencing ke sebuah gelas bir dan kemudian menjatuhkannya ke lantai. Pada 2008, Terry dikenai denda karena memarkir mobil Bentley- nya di tempat parkir yang dikhususkan untuk orang cacat. Kemudian Desember lalu, ia secara rahasia difilmkan tengah memberikan tur secara ilegal kepada jurnalis yang menyamar sebagai pengusaha dengan imbalan 10.000 poundsterling (Rp 147 juta).

Tidak ada satu pun dari semua kasus itu yang menghentikan Terry meraih kemenangan atau mendapatkan salah satu kehormatan tertinggi di Inggris: kapten tim nasional Three Lions. Terakhir, Terry terlibat sebuah kasus perselingkuhan dengan Vanessa Perroncel, mantan pacar rekannya, Wayne Bridge, yang mungkin akan membuatnya kehilangan jabatan.

Menjadi pemain sepak bola sudah lama menjadi obsesi Inggris dan pernah menikmati perlindungan ketat yang membuat perilaku buruk mereka tidak tercium. Namun, sepak bola telah bertransformasi dalam beberapa tahun terakhir dengan uang yang mengalir dari televisi, pemilik kaya raya, gaji tinggi, dan sponsor.

Pada saat yang sama, bisnis sampingan yang menggiurkan di sekitar pacar dan istri pemain, yang disebut WAG (Wives and Girlfriends), menciptakan pertunjukan televisi yang populer, karier selebriti, dan menghancurkan tembok antara kehidupan publik dan pribadi pemain. Hal itu mengubah sepak bola Inggris menjadi sebuah tayangan reality show besar televisi.

Skandal Terry kian mendapat sorotan karena terungkap menjelang ajang akbar Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, sebuah turnamen di mana Inggris mengira mereka akan bisa memenanginya setelah terakhir kali menjadi juara pada tahun 1966. Perdebatan mengenai pantas tidaknya Terry menjadi kapten Inggris pun memanas.

Banyak pihak yang menyerukan kepada pemain Chelsea itu agar segera mengundurkan diri. Keputusan soal mundur atau tidaknya Terry akan ditentukan setelah pertemuan dengan Pelatih Inggris Fabio Capello, akhir pekan ini.

Tony Cottee, pemain tim nasional Inggris 1986-1989, menyatakan, sepak bola kini telah berubah dari olahraga nasional menjadi opera sabun nasional, namun harusnya tetap ada etika. ”Ada banyak hal buruk di masa lalu, namun tidak banyak diketahui,” kata Cottee yang dikutip Dow Jones. ”Tetapi tetap ada aturan tak tertulis bahwa Anda tidak boleh mendekati pacar atau istri pemain lain. Dan, Anda mengharapkan hal yang sama dari pemain lain. Di dunia di mana kita hidup sekarang, hal seperti itu sudah hilang.”

Menunggu

Publik Inggris kini menunggu keputusan dari Capello. Mengingat apa yang pernah dikatakan oleh Capello mengenai peran seorang kapten saat ia baru saja bersedia menangani tim nasional Inggris dua tahun lalu menunjukkan bahwa hal yang dituduhkan kepada Terry sulit ditoleransi pelatih asal Italia itu.

”Seorang kapten harus memberi contoh saat latihan dan pemimpin pada pertandingan. Dan tentu saja, saya berharap mereka bisa menjadi contoh, role model, di luar pertandingan, dalam hidup juga,” kata Cepello seperti dikutip situs Dailymail. ”Hal itu sangat penting. Bukan hanya untuk kapten Inggris, melainkan untuk semuanya, kita, sebagai olahragawan, harus menjadi contoh anak-anak. Ini sangat penting. Ia harus menjadi panutan.”

Soal moralitas dalam sepak bola Inggris memang sering menjadi perdebatan. Sikap suporter pun mendua. Seandainya Terry bisa mengangkat Piala Dunia, Juli mendatang, mungkin sudah tidak akan ada lagi perdebatan soal perselingkuhan itu. Tidak ada seorang pun, kecuali istri Terry, barangkali, yang akan mengingat klaim model cantik Alicia Douvall di tabloid yang mengungkapkan bahwa Terry pernah menggodanya di sebuah kelab malam London.

Tabloid dan koran yang membahas soal pantas tidaknya Terry memimpin tim nasional barangkali sudah akan digunakan untuk membungkus ikan atau telah didaur ulang. Apa yang dipedulikan orang adalah trofi Piala Dunia, bukan kesalahan orang yang mengangkatnya.

Standar di olahraga ini bahkan sudah menjadi begitu rendah hingga suporter tidak lagi peduli bahwa atlet pujaan mereka berlaku curang untuk meraih kemenangan. Jika tidak, mereka pasti tidak akan memberi semangat kepada pemain klub pujaan yang melakukan diving untuk mendapat penalti atau memakai steroid. Jika masyarakat ingin anak mereka memiliki role model, tunjukkan mereka pada sosok seperti Bunda Teresa, bukan Terry atau pemain lain.

Semua menyukai pemenang, bahkan jika di saat yang sama orang itu adalah pendosa.