Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Ribery Persulit Nasib Sendiri
tjatur | Jumat, 05 Februari 2010 | 01:36 WIB
|
Share:

MUENCHEN, KOMPAS.com — Gelandang Bayern Muenchen, Franck Ribery, sebetulnya bisa menentukan masa depan kariernya sendiri. Namun, ketika Bayern meminta komitmennya, ia malah membuka ruang polemik dengan mengancam akan hengkang bila klub tidak membeli pemain, yang bisa meningkatkan daya saing klub, terutama di Liga Champions.

Kebimbangan Ribery tak lepas dari tawaran bergabung dari Real Madrid, Barcelona, dan Chelsea. Di mata Ribery, ketiga klub ini berpotensi membantunya mencapai gelar juara Liga Champions. Namun, di sisi lain, pelatih Louis van Gaal dan rekannya, Arjen Robben, mengingatkan Ribery bahwa meninggalkan Bayern bisa berarti kehilangan jam terbang reguler dan jadi pajangan kursi cadangan.

Ribery sendiri bukannya tak betah di Bayern. Namun, ia menilai, dengan kekuatan saat ini, Bayern tak cukup mampu bersaing dengan klub besar Eropa lain dan itu mengecilkan harapan Ribery menjuarai Liga Champions. Keadaan ini cuma membawa Ribery kepada pilihan hengkang. Namun, karena khawatir kehilangan jam terbang di klub lain, ia juga ingin bertahan, asal Bayern membenahi skuadnya, sampai tahapan yang diinginkan Ribery.

"Uang bukan hal paling penting bagiku. Masa depan di bidang olahraga-lah yang menentukan. Kita akan lihat bagaimana (klub) berusaha memenuhi ambisiku," kata Ribery.

"Keputusan Bayern untuk Ribery bergantung kepada apakah Bayern mampu membangun tim yang bisa mempertahankan posisi di Eropa," timpal agen Ribery, Alain Migliaccio.

Permintaan Ribery jelas bukan permintaan mudah. Sekalipun Bayern memiliki uang banyak, mereka akan kesulitan mencari pemain berbakat yang cocok dengan skema dan kultur klub. Selain itu, Bayern masih akan dihadapkan pada masalah proses adaptasi pemain, yang selain lama, juga berisiko gagal.

Tak mau terjebak dalam permainan layang-layang Ribery, Bayern bersiap untuk kemungkinan terburuk, yaitu kehilangan Ribery, akhir musim ini. Mereka akan menentukan itu saat menegosiasikan perpanjangan kontrak Ribery, Maret mendatang. Pasalnya, kontrak Ribery akan berakhir pada 2011. Bila Bayern mempertahankannya tanpa perpanjangan kontrak, maka mereka berisiko kehilangan Ribery tanpa mendapat uang sepeser pun.

Sementara itu, Migliaccio sendiri sudah menatap masa depan Ribery di klub lain. Meski mengaku akan mendiskusikan masa depan Ribery dengan Bayern, Maret mendatang, ia mengaku sudah membayangkan Ribery bermain bersama Lionel Messi di Barcelona.

"Kita harus ingat, Franck terikat kontrak sampai 2011. Pertama, kami akan bicara dengan Bayern dan kita akan lihat. Namun, akan sangat luar biasa melihat Ribery dan Messi bermain bersama," tambah Migliaccio.

Dengan demikian, tentu akan lebih mudah bagi Ribery dan Bayern bila saat ini Ribery memutuskan hengkang atau bertahan, entah apakah Bayern membeli pemain top atau tidak. (DM)