


MADRID, KOMPAS.com - Real Madrid mencak-mencak kepada Manchester City, karena merasa dipermainkan soal transfer Fernando Gago. Pasalnya, City baru mengajukan tawaran 40 menit sebelum jendela transfer kedua ditutup, Senin (1/2/2010), dan tak satu pun dokumen penawaran dibubuhi tanda tangan.
Negosiasi transfer Gago ke City memang berlangsung cukup rumit dan unik. Awalnya, City begitu antusias membeli Gago. Namun, karena Madrid ogah menurunkan harga dari angka 22 juta poundsterling atau sekitar Rp 325 miliar, City mengalihkan sasaran kepada gelandang Kenya dan Parma, McDonald Mariga.
Malang bagi City, Mariga tak mendapat izin kerja dan akhirnya malah memilih bergabung dengan Inter. City kemudian beralih kepada Gago dan tercapailah kesepakatan transfer dengan nilai 15,8 juta poundsterling atau sekitar atau sekitar Rp 234 miliar. Meski begitu, negosiasi terpaksa batal karena City tak memiliki dokumen lengkap dan dengan waktu 40 menit, tak mungkin mengurusnya.
"Mereka tak memiliki persiapan sama sekali. Bahkan, tak satu pun dokumen dibubuhi tanda tangan. Mereka belum mencapai kesepakatan (lebih dulu) dengan pemain dan mereka harus menyelesaikan semuanya dalam 40 menit," kata Valdano.
"City mengerjai kami. Ini tak pernah terjadi kepada saya sebelumnya. Saya tak mau membicarakan angka yang ditawarkan City, karena mereka mendekati Madrid tanpa mengetahui bahwa tak ada cukup waktu untuk menyelesaikan semua," timpal agen Gago, Marcello Lombilla. (DM)

