


NEW YORK, KOMPAS.com — Inggris sedang pusing. Kapten kesebelasan mereka, John Terry, sedang digoyang isu skandal seks. Akankah Inggris mengikuti jejak Amerika Serikat, yang pernah mengalami kejadian serupa menjelang Piala Dunia 1998?
Benar, kasus perselingkuhan yang dialami Terry bukanlah yang pertama di dunia. Lebih dari 10 tahun lalu, AS memiliki pengalaman yang tak kalah gentingnya. Begitu pentingnya sehingga Pelatih Steve Sampson bertindak tegas mengeluarkan John Harkes dari skuad "The Yankees", dua bulan sebelum Piala Dunia digelar di Perancis.
Sama seperti Terry saat ini, waktu itu Harkes juga menjadi kapten di timnas. Harkes ketahuan berselingkuh dengan Amy, istri rekan satu timnya, Eric Wynalda.
Berbeda dari kasus Terry, yang begitu dibesar-besarkan oleh media, cerita Harkes itu tidak pernah terungkap di media massa. Ketika mendepak Harkes pada April 1998, Sampson hanya mengatakan bahwa ia mencoret Harkes karena gelandang tersebut menolak bermain lebih ke belakang. Ia juga menyebut soal "masalah kepemimpinan", tetapi tak menjelaskannya secara detail.
Kisah Harkes-Amy baru terkuak dalam wawancara Wynalda di program Fox Football Fone-In, Senin (1/2/2010). Sehari setelah itu, Sampson mengakui bahwa cerita itu memang benar. Kepada Associated Press, mantan Pelatih Los Angeles Galaxy itu mengatakan alasan mengapa kasus itu baru terungkap sekarang.
"Mungkin orang-orang akan sedikit lebih mengerti tentang apa yang terjadi pada bulan-bulan akhir menjelang Piala Dunia," ujarnya.
Maksud Sampson, rakyat AS akan lebih mengerti mengapa "The Yankees" gagal total di Piala Dunia 1998 setelah berhasil lolos fase grup empat tahun sebelumnya. Ya, di Perancis, AS selalu kalah dari musuh-musuhnya, termasuk lawan Iran.
"Itu bukan soal kalah 2-0 kepada Jerman atau kalah kepada Iran," ungkap Sampson. "Ada yang lebih dari itu yang saya rasa memengaruhi tim," tambahnya.
Mungkin ada yang berpikir, wawancara itu hanyalah akal-akalan AS untuk memojokkan Inggris, musuh mereka di Grup C Piala Dunia 2010. Jika Terry keluar dari skuad, lalu prestasi mereka anjlok, AS pasti mendapat keuntungan. Namun, bukan seperti itu yang diharapkan Wynalda.
"Banyak kesamaan antara yang terjadi pada kami tahun 1998 dan yang sedang terjadi sekarang pada Inggris," kata Wynalda, yang bercerai dengan Amy pada 2003 setelah dikaruniai tiga anak.
"Sayang sekali hal itu terjadi di Inggris saat ini karena saya tahu bagaimana hal itu dapat memengaruhi sebuah tim. Jelas, kita semua tahu bagaimana kami di Piala Dunia 1998," lanjutnya.
Wynalda menambahkan, ia baru membeberkan masalah itu setelah ditanya soal Terry dalam program di Fox Soccer Channel, tempat ia menjadi co-host di program tersebut. Andai tidak ditanya soal itu, ia mungkin tak akan membicarakannya.
Harkes sendiri tak mau mengungkit-ungkit masalah itu. Ia sudah merasa terpukul dengan apa yang terjadi 12 tahun silam. Bagaimana tidak, ia ikut membela AS pada Piala Dunia 1990 dan 1994. Ia sudah tampil sebanyak 90 kali sejak 1987 hingga 1990. Ketika jabatan kapten singgah di pundaknya, kasus itu muncul dan hilanglah semua harapannya.
"Saya tak bermaksud mengungkit masalah yang terjadi di masa lalu," kata Harkes kepada AP, Selasa (2/2/2010). "Tahun 1998 menghancurkan saya dan keluarga saya. Cukup berat untuk tidak bermain di Piala Dunia, tapi sulit melewati masa-masa itu, paling sulit dalam periode hidup saya."
Sampson sependapat jika kasus pribadi seperti itu sebaiknya tidak terlalu dibesar-besarkan oleh media, bahkan sebaiknya disimpan. Selain mereka, mantan pemain AS Roy Wegerle dan Asisten Pelatih Clive Charles juga mengetahui masalah ini, tapi tidak pernah mengungkapkannya di media.
"Saya rasa isu-isu semacam ini sebaiknya disimpan rapat-rapat oleh tim dan tidak diekspos ke publik," ujar Sampson, yang mendapat kritik dan kemudian dipecat karena hasil buruk di Perancis.
"Masalah pribadi bagi saya adalah masalah paling serius. Saya rasa saya masih bisa hidup dengan masalah lain dan mempertahankan John di tim jika tidak ada masalah pribadi," tambahnya.
Wynalda pun merasa, ada baiknya jika saat itu Harkes masih diizinkan membela timnas. Wynalda bahkan mencoba mendekati Sampson untuk mengubah keputusannya yang mencoret Harkes.
"Saat itu, saya rasa dia masih seorang pemain yang dapat membantu kami dan dia masih salah satu pemain terbaik di antara 22 pemain di negara kami," katanya. "Pada saat itu, hal itu masih bisa tertangani. Saya sedikit menderita saat melalui semua proses itu. Saya kini sudah terobati, jadi tak masalah jika saya bisa bicara soal ini."
Kebesaran hati itu mungkin bisa ditiru oleh Wayne Bridge, yang berada di posisi seperti Wynalda. Namun, ketegasan Sampson juga patut ditiru oleh Pelatih Fabio Capello. Dan, media massa Inggris patut mencontoh media massa di AS demi kesuksesan "The Three Lions" di Afrika Selatan.


