Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
PSSI Sulit Diharapkan
Rabu, 03 Februari 2010 | 02:59 WIB
|
Share:

MEDAN, KOMPAS - Media menjadi harapan terakhir untuk melakukan perubahan di tubuh PSSI. Mengharapkan pengurus PSSI untuk mengubah dirinya sendiri hampir tidak mungkin. Oleh karena itu, gagasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar digelar kongres sepak bola perlu didukung.

Hal itu dilontarkan pengurus PSSI Kota Medan, Azam Nasution, dan Ketua Umum PSMS Medan Dzulmi Eldin dalam kesempatan terpisah, Selasa (2/2). ”Tak mungkin berharap lagi dari pengurus PSSI di daerah. Hanya media yang sekarang bisa memelopori perubahan kondisi sepak bola Tanah Air,” kata Azam.

”Meski sudah gagal mencapai prestasi sepak bola nasional, toh tak ada keinginan untuk berubah di tubuh PSSI,” ujarnya. Untuk itu, ia mendukung gagasan menggelar kongres sepak bola yang diminta Presiden Yudhoyono beberapa hari lalu ke pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Ketua Umum PSMS Medan Dzulmi Eldin mengajak semua pengurus klub peserta kompetisi sepak bola nasional agar mendesak perubahan. Ia mengusulkan agar PSSI ke depan diurus orang- orang muda yang energik dan tahu sepak bola. Menurut dia, orang-orang lama di PSSI sudah tak becus lagi menciptakan prestasi sepak bola di kancah internasional.

PSSI harus tanggapi SBY

Di Bandung, Ketua Pengurus Daerah PSSI Jabar Tonny Aprilani berpendapat, kongres sepak bola yang diusulkan Presiden bukan forum tepat untuk mengganti kepengurusan PSSI. Ajang itu lebih tepat untuk mencari tahu kekurangan kinerja pengurus PSSI dan berusaha memperbaikinya hingga akhir kepemimpinan Nurdin Halid pada 2011.

Tonny menyarankan pengurus PSSI segera mengambil tindakan menanggapi usulan Presiden. ”PSSI harus berbuat sesuatu. Pernyataan Presiden itu seharusnya menjadi cambuk kebangkitan kepengurusan PSSI saat ini. Organisasi ini sedang disoroti khusus,” kata Ketua II KONI Jabar Amung Ma’mun.

Sementara itu, Pengurus Daerah PSSI Papua menolak wacana pers dan PSSI menggelar kongres sepak bola. ”Kami dari Papua tidak sepakat dengan keinginan Presiden agar pers dan PSSI menggelar kongres sepak bola,” kata Sekretaris Umum Pengurus Daerah PSSI Papua Usman Fakaubun saat dihubungi dari Makassar. ”Kondisi sepak bola tidak akan bisa diperbaiki dengan rapat, kongres, pertemuan, atau apa pun namanya,” ujarnya.

Kirim tim ke Uruguay

PSSI kembali mengirim 26 pemain muda usia 16-18 tahun untuk berlatih dan berkompetisi di Uruguay. Tim yang gagal di kualifikasi Piala Asia U-19 itu bertolak dari Jakarta hari Selasa.

Manajer tim Demis Djamaoeddin mengatakan, mereka tampil di kompetisi yunior Uruguay 4 Februari. Pengiriman pemain ke luar negeri ditentang banyak pihak karena tak ada hasilnya, tetapi PSSI bersikeras dengan cara itu. (BIL/HEI/ROW/SAM)