

BANDUNG, KOMPAS - Manajemen Persib Bandung berupaya tetap bisa menjamu lawan-lawannya di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung. Persib terancam harus memindahkan laga kandang karena stadion itu akan direnovasi.
"Manajer Umuh Muchtar masih bernegosiasi dengan pejabat daerah setempat supaya tetap bisa menggunakan Si Jalak Harupat. Terus terang kami tidak punya alternatif lain," kata Sekretaris Panitia Pelaksana Persib Budi Bram Rachman, Minggu (31/1) di Bandung.
Salah satu poin negosiasi itu adalah menunda perbaikan stadion yang semula dijadwalkan Maret menjadi April karena pada bulan itu Persib tidak melakoni laga kandang.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung Dian Irwana menegaskan, renovasi yang dijadwalkan Maret tidak mungkin diundur. Selain karena tender sudah berjalan, penyelenggaraan Porda juga semakin dekat. "Kami diberi tenggat selesai Juni. Kalau jadwal renovasi dimundurkan, dikhawatirkan pekerjaan tidak selesai," ujar Dian.
Budi menambahkan, alternatif ideal adalah menggunakan Stadion Siliwangi di pusat Kota Bandung. Stadion itu bernilai sejarah karena sejak semula Persib menggunakan stadion itu sebagai home base. Selain itu, Stadion Siliwangi bakal menegaskan status klub sebagai milik Kota Bandung.
Namun, impian tersebut sulit terwujud. Pasalnya, polisi belum mengubah keputusan "mengusir" Persib dari Kota Bandung sejak kerusuhan yang meletus pada 20 Juli 2008. Saat itu bobotoh mengamuk karena tim kesayangannya ditumbangkan Persija Jakarta, 2-3.
Akibatnya, Persib harus menggelar pertandingan kandang di luar kota. Selain itu, kapasitas Stadion Siliwangi lebih kecil daripada Si Jalak Harupat. Budi menilai, bila Stadion Siliwangi bisa digunakan sementara, jumlah bobotoh pasti bakal dikurangi. "Tentu harus dipikirkan juga cara mengurangi antusiasme bobotoh yang sangat tinggi untuk menyaksikan Persib langsung di stadion," ujarnya.
Stadion lain yang masih di wilayah Jawa Barat dan memenuhi standar kelayakan dari PT Liga Indonesia (LI) adalah Stadion Singaperbangsa, Kabupaten Karawang. Stadion tersebut digunakan klub Pelita Jaya FC pada Liga Super Indonesia musim ini. Budi khawatir, bila stadion itu dipakai juga sebagai kandang Persib, bakal ada jadwal laga kandang yang bentrok sehingga PT LI harus mengubah jadwal.
Curi angka tandang
Sementara itu, pelatih Persib Jaya Hartono bertekad merebut angka pada dua laga tandang pembuka putaran kedua. Pada 9 Februari Persib ditunggu Persik Kediri. Lima hari kemudian giliran Persebaya Surabaya yang menjamu Eka Ramdhani dan kawan-kawan.
"Kami tidak ingin kecolongan angka seperti awal putaran pertama lalu. Karena kalah di dua laga tandang itu, kami harus merangkak perlahan-lahan ke atas. Saya inginnya kami langsung mencuri poin untuk memudahkan langkah berikutnya," ucap Jaya.
Strategi menghadapi dua laga awal itu dijelaskan Jaya tidak banyak perubahan. Pasalnya, bentuk permainan yang ideal sudah diperagakan pemain saat mengempaskan Persebaya 4-2 dan Persik 6-1 pada dua partai terakhir.
Persib bakal memulai latihan sore ini. Tugas utama Jaya adalah memadukan gelandang baru asal Jepang, Satoshi Otomo, dengan pemain-pemain lain. "Semoga dia (Satoshi) lekas beradaptasi dengan kawan-kawannya," Jaya berharap. (HEI)

