


MEKSIKO CITY, KOMPAS.com - Penyerang Paraguay, Salvador Cabanas, akhirnya siuman setelah terbaring tak sadar, sejak kepalanya ditembak orang yang sudah tertangkap namun dirahasiakan identitasnya oleh polisi, di sebuah bar di Meksiko City, pekan lalu. Menurut dokter yang merawatnya, Ernesto Martines, Cabanas bahkan sudah bisa bicara dan berkomunikasi dengan keluarganya secara normal.
"Ia bicara dengan normal. Ia bertanya dan menyalami dokter dan keluarganya. Segalanya sangat mendukung dan menguatkannya," kata Martinez.
Kondisi Cabanas sendiri sempat sangat kritis. Pasalnya, peluru yang ditembakkan tidak tembus dan bersarang di kepalanya. Dokter sebetulnya sempat berencana melakukan operasi untuk mengeluarkan peluru itu. Namun, Cabanas mengalami komplikasi cairan otak, yang membuat dokter menunda operasi, sampai cairan otak berhenti mengalir.
Mulai kemarin, cairan otak berhenti mengalir dan sisa gumpalan mulai menyusut. Tim dokter optimistis, kondisi Cabanas akan semakin membaik. Tersadarnya Cabanas merupakan sinyal positif yang memperbesar peluang pulih Cabanas.
Meski begitu, sejauh ini, belum diketahui apakah peluru masih bersarang di kepala Cabanas atau sudah dikeluarkan.
Sementara itu, polisi mengatakan, motif dibalik aksi penembakan mungkin berkaitan dengan performa Cabanas di lapangan. Cabanas adalah pencetak gol terbanyak Paraguay selama babak kualifikasi Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Tercatat, ia membukukan enam gol dan diharapkan bakal membawa Paraguay meraih sukses di Afrika Selatan. (SCN)


