Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
SANKSI UNTUK BONEK
Manajemen Persebaya Meradang
Sabtu, 30 Januari 2010 | 02:41 WIB
|
Share:

Surabaya, Kompas - Hukuman yang dijatuhkan Komisi Disiplin PSSI membuat manajemen Persebaya Surabaya meradang. Manajer Persebaya Saleh Ismail Mukadar menilai keputusan Komisi Disiplin PSSI tidak rasional karena diambil tanpa mengumpulkan bukti-bukti terlebih dahulu.

”Sanksi yang diberikan kepada kami tidak berdasar. Semestinya Komisi Disiplin (Komdis) PSSI membentuk tim pencari fakta sehingga mampu menghasilkan keputusan yang obyektif,” tutur Saleh, Jumat (29/1) di Surabaya.

Larangan bagi suporter Persebaya atau bonek menonton laga tandang tim ”Bajul Ijo” selama empat tahun dianggap terlalu berat. Kerusakan fasilitas kereta api di beberapa daerah di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta juga karena perilaku emosional warga. ”Faktanya bonek yang diserang, dikeroyok, dan dihadang saat kereta api lewat. Kesalahan tidak bisa dilimpahkan sepenuhnya kepada bonek,” ujar Saleh.

Selain melarang bonek menghadiri laga tandang, Komdis juga menjatuhkan denda Rp 250 juta kepada Persebaya akibat kehadiran bonek dalam laga Persib versus Persebaya di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat, 23 Januari lalu. Besaran itu terdiri atas denda kepada PSSI sebesar Rp 200 juta dan uang ganti rugi kepada panitia pelaksana pertandingan Rp 50 juta.

Komdis juga menghukum Persebaya satu kali laga kandang tanpa penonton dan denda Rp 30 juta akibat perilaku bonek yang merusak kendaraan tim tamu ketika Persebaya menjamu Arema Malang, 16 Januari lalu. Bagi Saleh, keputusan ini justru semakin menunjukkan sikap diskriminatif Komdis PSSI kepada Persebaya.

”Kami tengah menyiapkan bukti-bukti untuk banding karena hukuman ini merupakan yang terberat bagi manajemen Persebaya dan bonek,” ujar Saleh yang mengaku belum berpikir untuk menarik diri dari kompetisi Liga Super.

Perwakilan suporter Persebaya belum bisa menentukan sikap terkait larangan menonton tersebut. Menurut Ketua Umum Yayasan Suporter Surabaya Wastomi Suhari, pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi dari Persebaya.

Namun, Wastomi menyayangkan tindakan Komdis PSSI yang terburu-buru mengeluarkan sanksi tanpa menunggu hasil penyelidikan tim pencari fakta.

Perwakilan suporter Persija Jakarta atau ”The Jakmania” menilai, suporter mana pun merasa keberatan jika dilarang menonton selama empat tahun. ”Semestinya perlu hukuman percobaan lebih dahulu untuk mengetahui ada-tidaknya perubahan.,” ujar Ketua Harian ”The Jakmania” M Lariko Rangga Mone.

Mantan pengurus PSSI, Eddi Elison, menambahkan, Komdis PSSI tidak bisa begitu saja menjatuhkan sanksi larangan menonton bagi bonek tanpa menilik aspek sosial dan budaya.(ILO/RIZ/APO)