


SURABAYA, KOMPAS.com — Pekan lalu, beberapa gerbong kereta api menjadi korban aksi vandalisme warga dan ribuan suporter Persebaya, Bondo Nekat atau Bonek. Namun, PT Kereta Api Daerah Operasi VIII Surabaya atau PT KA Daop VIII Surabaya tetap memberangkatkan sejumlah kereta yang rusak menggunakan gerbong penumpang cadangan.
"Semua gerbong KA yang pekan lalu rusak kami ganti dengan stamformasi atau rangkaian gerbong cadangan agar layanan transportasi kereta tak terhambat. Adapun gerbong yang rusak saat ini masih diperbaiki," ucap Kepala Humas PT KA Daop VIII Surabaya Nur Amin, Kamis (28/1/2010) di Surabaya.
Beberapa bagian kereta yang saat ini sedang diperbaiki antara lain kaca, bingkai jendela, jok, meja penumpang, kipas angin, lampu, keran air, langit-langit hingga toilet. Pekan lalu, pelampiasan amarah warga terhadap ulah para suporter Persebaya, Bonek, tak hanya ditujukan pada dua kereta api pengangkut Bonek, yaitu KA Pasundan dan KA Luar Biasa, tetapi juga ke lima kereta lain yang menuju ke arah Surabaya. Lima kereta api tersebut adalah Kereta Api Sancaka, Bima, Gayabaru, Logawa, dan Matarmaja.

