


MANCHESTER, KOMPAS.com - Keluarga pemilik Manchester United, Glazer, berencana memakai kas klub sebesar 54 juta poundsterling atau sekitar Rp 814 miliar untuk membayar bankir dan pengacara untuk menyiapkan surat utang klub. Usaha ini dilakukan untuk mengurangi beban utang klub yang mencapai 716,5 juta poundsterling atau sekitar Rp 11 triliun.
Keluarga Glazer memperhitungkan, mereka akan mendapatkan uang sebesar 500 juta poundsterling atau sekitar Rp 7,5 triliun dari penjualan surat utang tersebut. Anggaran itu akan digunakan untuk membayar sebagian utang mereka.
Pendukung MU, yang sudah tidak percaya kepada manajemen Glazer, menilai, penerbitan surat utang cuma akan memperparah kondisi keuangan klub. Pasalnya, bila keluarga Glazer gagal mengelola uang hasil penjualan surat utang, beban utang MU akan semakin besar.
Sebagian pendukung bahkan yakin, rencana penjualan surat utang bisa berujung penjualan Old Trafford dan pusat latihan Carrington.
Sementara itu, pelatih MU, Alex Ferguson berharap, situasi ini tak memecah belah soliditas dan relasi pendukung dan klub. Ia merasa senang, karena dalam situasi sulit seperti ini, sebagian besar pendukung masih berada di belakang klub.
"Keluarga Manchester United sekarang berada di bawah tekanan akibat masalah kepemilikan dan situasi finansial. Sejumlah pendukung kecewa kepada situasi keuangan kami. Namun, kami tak boleh membiarkan situasi ini menjadi memecah belah," ujar Ferguson.
"Ancaman yang kami hadapi adalah perpecahan, yang akan merusak dan itu bukan solusi tepat. Mayoritas pendukung berada di belakang kami," tambahnya. (SUN)

