


MANCHESTER, KOMPAS.com - Robinho diturunkan pelatih Manchester City, Roberto Mancini, pada pertandingan putaran keempat Piala FA lawan Scunthorpe, Minggu (24/1). Namun, ini kemungkinan besar merupakan pertandingan terakhirnya bersama City dan setelah itu dia akan pindah, memperkuat mantan klubnya Santos.
Hal itu diungkapkan Robinho sendiri kepada radio Brasil, Bendeirantes. Menurutnya, para direktur City sudah mengatakan kepadanya bahwa dia akan dipersilakan pergi setelah pertandingan itu. Sampai berita ini diturunkan, Robinho masih membela City lawan Scunthorpe.
Dia mengakui kurang berkembang bersama City. Namun, itu karena kehadiran pelatih Roberto Mancini. Menurutnya, Mancini sengaja tak memberinya kesempatan bermain.
"Sang pelatih sangat keras kepadaku. Bahkan dia mengatakan aku tak akan diturunkan dalam pertandingan apa pun. Aku menjawab, itu tak penting bagiku karena ini tahun Piala Dunia yang lebih penting," jelas Robinho.
Di Timnas Brasil, Robinho menjadi pemain reguler di bawah pelatih Carlos Dunga. Tapi, dia tetap harus bersaing dengan beberapa pemain. Adriano dan Ronaldo dikabarkan mulai dilirik Dunga. Mereka bermain bagus lagi di Brasil.
Robinho yang akan berumur 26 tahun, dia kecewa dengan gaya pelatih-pelatih Eropa. "Mereka memilih formasi dan meminta Anda bermain di dalamnya, tak mempertimbangkan apakah Anda tinggi atau pendek," jelas Robinho.
Robinho dibeli City dari Real Madrid pada 2008 dengan rekor trasnfer di Inggris, yakni 40 juta euro (sekitar Rp 530,5 miliar). Namun, dia tak juga mampu memenuhi harapan publik. Padahal, semasa bermain di Santos, dia tampil memesona dan dianggap memiliki kesamaan dengan Pele. Dia membawa Santos juara Liga Brasil pada 2002 dan 2004, kemudian pada 2005 dibeli Real Madrid.
Robinho juga mengungkapkan, rekannya Diego pernah mengajaknya pindah ke Juventus. Namun, dia memilih kembali memperkuat klub lamanya, Santos. (AP)

