


MANCHESTER, KOMPAS.com - Selebrasi gol Carlos Tevez ke gawang Manchester United ternyata tak hanya menyasar kepada Gary Neville. Selebrasi itu juga punya maksud terselubung untuk mengingatkan Pelatih Argentina, Diego Maradona.
Tevez menjadi penentu kemenangan Manchester City ketika timnya menjamu MU pada leg pertama Piala Carling. Usai mencetak gol, ia berlari ke pinggir lapangan dan menaruh tangannya membentuk corong di telinga. Gaya ini adalah gaya khas Juan Roman Riquelme saat merayakan golnya.
Itulah pesan yang ingin disampaikan Carlitos. Ia ingin agar Maradona "mendengar" keinginannya untuk bermain bersama Riquelme. Carlitos ingin agar Maradona membawa Riquelme di putaran final Piala Dunia, Juni nanti.
Riquelme kini berusia 31 tahun. Gelandang Boca Juniors itu sangat disegani oleh pemain-pemain muda Argentina karena perannya sebagai playmaker membuat permainan tim "Tango" menjadi lebih kreatif. Sayang, ia tak mendapat tempat di hati Maradona.
Sebelum Maradona melatih "Albicelestes", Riquelme masih menjadi pilihan penting dalam babak kualifikasi Piala Dunia meski ia jarang bermain di kancah klub. Di bawah asuhan Alfio Basile (2006-2008), bekas pemain Barcelona dan Villarreal itu mencetak dua gol ke gawang Cile di laga perdana kualifikasi, Oktober 2007. Bulan berikutnya, ia kembali membukukan sepasang gol ke gawang Bolivia.
Sayang, Argentina kemudian melempem. Basile digantikan oleh Maradona dan Riquelme langsung pensiun dari timnas karena tak cocok dengan legenda sepak bola Argentina itu.
Maradona memang sempat memanggil beberapa pemain senior untuk membantu pemainnya keluar dari tekanan tak lolos kualifikasi. Namun, sejauh ini ia baru memainkan Juan Sebastian Veron dan Martin Palermo, tak pernah memanggil Riquelme. (TLG)

