Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Gaji Dibayarkan, Pemain Portsmouth Dijual
lhw | Kamis, 07 Januari 2010 | 19:53 WIB
|
Share:
AFP/GLYN KIRK
Para pemain Portsmouth merayakan gol Frederic Piquionne dalam duel Liga Inggris lawan Liverpool, 19 Desember 2009. Portsmouth sebelumnya menunggak pembayaran gaji pemain, tapi kini sudah dibayarkan.

TERKAIT

PORTSMOUTH, KOMPAS.com - Setelah dua kali gagal membayar gaji para pemainnya, manajemen Portsmouth akhirnya mengumumkan bahwa mereka kini telah melakukan pembayaran tersebut.

"The Pompey" kesulitan membayar gaji para pemainnya akibat kesulitan keuangan yang melanda klub terebut. Kehadiran pemilik baru, Ali al-Faraj, awalnya memberi angin segar bagi para pemain, tapi janji pembayaran gaji tidak juga ditepati. Rabu (6/1/2010) kemarin manajemen klub semestinya membayarkan tunggakan tersebut, tapi ternyata tak terpenuhi.

Namun, hari ini Direktur Eksekutif Mark Jacobs menegaskan, pihaknya telah bahwa gaji semua pemain telah mereka bayar. Demikian pula dengan bayaran para pegawai klub. Total pembayaran mencapai 1,8 juta poundsterling atau Rp 26,5 miliar. "Para pemain telah dibayar hari ini. Gaji mereka sedang diproses," kata Jacobs kepada Soccernet.

Ketua Asosiasi Pesepak bola Profesional Gordon Taylor membenarkan tersebut. "Kami telah diberi jaminan bahwa gaji pemain akan dibayarkan pekan ini."

Meski masalah pembayaran gaji telah usai, masalah yang dihadapi "The Pompey" masih belum selesai. Saat ini Premier League masih memberikan embargo transfer kepada mereka. Embargo baru dicabut jika Premier League puas dengan kondisi keuangan klub dan penyelesaiannya.

Sejumlah media di Inggris mengabarkan, kini Portsmouth malah menawarkan semua pemainnya untuk dijual ke klub lain. Portsmouth saat ini memiliki 24 pemain senior, termasuk kiper Inggris David James, bek Perancis Younes Kaboul, serta pemain Nigeria John Utaka. Mereka juga memiliki 20 pemain dalam skuad bayangan.