


JAKARTA, Kompas.com - Sekjen PSSI Nugraha Besoes mengakui, wajar jika masyarakat sepak bola di Tanah Air kecewa setelah setelah timnas Indonesia kalah 1-2 dari Oman, Rabu (6/1/10) di Gelora Bung Karno, Jakarta, dalam lanjutan kualifikasi Piala Asia 2011. Bagaimana tidak, kekalahan tersebut membuat tim Merah-putih dipastikan gagal masuk putaran final turnamen empat tahunan tersebut.
"Kekecewaan itu menghinggapi siapa saja. Hal tersebut wajar karena prestasi timnas Indonesia berada dalam titik terbawah," ungkapnya ditemui di Sekretariat PSSI, Kamis (7/1/10).
Namun demikian, Nugraha tak sepakat dengan cara mengungkapkan kekecewaan tersebut, seperti yang dilakukan Hendri Mulyadi atau yang akrab disapa Eji, dengan memasuki lapangan saat pertandingan sedang berlangsung.
"Ini jelas kekecewaan yang berlebihan. Cara ini salah," ungkap Nugraha.
Dikatakannya, akibat ulah Eji tersebut, PSSI selaku penyelenggara pertandingan babak kualifikasi Pra Piala Asia 2011 terancam sanksi keras dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Padahal, saat Indonesia menjamu Kuwait beberapa waktu lalu, PSSI sudah terkena denda sebesar 10.000 dollar AS lantaran adanya bunyi petasan di dalam stadion, tambahnya.
Sekarang, ulah Eji yang masuk ke lapangan pertandingan ditambah dengan bunyi petasan dan pelemparan, menurut Nugraha, PSSI pasti akan terkena sanksi lebih berat. Hanya saja, sampai sekarang belum diketahui bentuk dan berapa denda yang akan ditanggung.
Nugraha mengakui, ulah Eji memang mendapat dukungan penuh dari berbagai kalangan, termasuk para fecebooker. Tetapi pihaknya meminta agar hal itu jangan berlebihan, karena setiap ulah yang berhubungan dengan pelanggaran tentu akan ada sanksinya.
Prestasi timnas Indonesia dijelaskannya merupakan tanggung jawab PSSI dan karena itulah, pengurus PSSI akan melakukan evaluasi terhadap timnas Indonesia. "Kami memang sedang melakukan evaluasi, kami ingin prestasi timnas terangkat kembali. Kami akan melakukan perubahan," paparnya.


