Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Wenger: City dan Chelsea Separuh Curang
lhw | Kamis, 07 Januari 2010 | 17:27 WIB
|
Share:
AFP/GLYN KIRK
Pelatih Arsenal, Arsene Wenger.

TERKAIT

LONDON, KOMPAS.com - Pelatih Arsenal Arsene Wenger menyebut investasi jor-joran yang dilakukan Manchester City dan Chelsea sebagai bagian dari kecurangan. Banyaknya uang yang dimiliki pemilik kedua klub itu tak mencerminkan kebesaran sepak bola di tim tersebut.

City baru saja mengumumkan kerugian senilai 92,6 juta poundsterling sebagai akibat dari pembelian pemain-pemain besar di tim tersebut. Jumlah itu dua kali lipat kerugian yang dialami Chelsea selama setahun sebelum musim panas 2009.

Meski mengalami penyusutan pemasukan, pemilik City Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan justru mampu melunasi utang-utang City senilai lebih dari 300 juta poundsterling. Angka-angka itu tentu saja mencengangkan karena belum pernah terjadi dalam sejarah sepak bola Inggris.

"Itu betul-betul kondisi keuangan terburuk selama 13 tahun saya berada di sepak bola Inggris. Sepak bola profesional adalah soal menang dan menyeimbangkan bujet," tanggap Wenger kepada The Sun.

"Itu aturan mendasar dan satu hal yang saya perjuangkan di Arsenal. Lainnya separuh curang. Klub-klub lain mendapat pemasukan dari pemilik mereka. Mereka tidak hidup dari uang hasil permainan," tegas "Sang Profesor".

Wenger memang dikenal sebagai pelatih yang pintar menginvestasikan keuangan klub sehingga menghasilkan laba besar. "The Gunners" bahkan menjadi klub paling untung dalam kurun waktu 2008-2009, antara lain berkat pengelolaan kompleks stadion mereka.

"Kita hidup di dunia kompetisi dan itu sebabnya saya bilang beberapa hal yang terjadi saat ini adalah doping finansial. Di Arsenal, kami hanya hidup dengan uang yang kami hasilkan," ujar pelatih yang membangun "The Gunners" sejak 1996 itu.

Selain Wenger, UEFA dan Asosiasi Klub Profesional juga tidak senang dengan utang maupun kondisi keseimbangan keuangan klub yang timpang. Agustus lalu Presiden UEFA Michel Platini menegaskan bahwa pihaknya akan melarang tim-tim yang sakit dalam hal keuangan untuk berlaga di kancah Eropa.