Rabu, 3 September 2014

Bola / Internasional

Kalah, Indonesia Gagal ke Piala Asia 2011

Rabu, 6 Januari 2010 | 20:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pupuslah harapan Indonesia untuk tampil di Piala Asia Qatar 2011. Kekalahan 1-2 dari Oman dalam lanjutan kualifikasi Grup B turnamen empat tahunan ini, Rabu (6/1/2010) di Gelora Bung Karno, menutup pintu bagi tim Garuda untuk ambil bagian.

Sebenarnya, Indonesia masih menyisakan satu pertandingan lagi melawan Australia pada 3 Maret mendatang di Suncorp Stadium. Namun, kekalahan ini memastikan pasukan Merah Putih tersingkir karena tak mungkin lagi menggeser dua tim teratas, dan ini untuk pertama kalinya Indonesia absen setelah pada empat kali berturut-turut selalu ikut.

Kekalahan ini juga membuat Indonesia semakin tenggelam di dasar klasemen sementara karena baru mengumpulkan tiga poin dari lima pertandingan yang sudah dilakoni. Mereka terpaut empat angka dari Kuwait dan Australia yang berada di atas.

Sedangkan bagi Oman, tambahan tiga poin ini memiliki arti yang sangat penting. Pasalnya, tim besutan Pelatih Claude Le Roy ini menguak harapan untuk lolos karena sudah mengantongi tujuh poin. Kini, mereka tinggal bertarung all out pada partai pamungkas nanti ketika menjamu Kuwait di Sultan Qaboos Sports Complex pada 3 Maret.

Oman lebih dulu membuka keunggulan pada menit ke-31 lewat gol Fawzi Basheer, sebelum Boaz Salossa menyamakannya menjadi 1-1 menjelang turun minum. Namun di babak kedua, Oman memastikan kemenangannya lewat gol Ismail Sulaiman pada menit ke-52.

Jalannya pertandingan

Bermain dengan tuntutan harus menang, Pelatih Benny Dollo (Bendol) menurunkan formasi 4-3-3. Tiga striker, Budi Sudarsono, Bambang Pamungkas, dan Boaz Salossa diturunkan sebagai starter. Harapannya, triple B ini bisa menggedor pertahanan Oman.

Namun di 10 pertama, belum ada tanda-tanda Indonesia bakal menjebol gawang Oman. Bahkan, pasukan Garuda ini tak pernah membahayakan gawang lawan yang dikawal Al Habsi, penjaga gawang Bolton Wanderers.

Malah sebaliknya, Oman yang bermain dengan irama sedang, bisa menekan pertahanan Indonesia. Umpan-umpan silang yang tampaknya menjadi strategi Pelatih Claude Le Roy, memaksa Nova Ariyanto dan Charis Yulianto bekerja keras untuk menghalaunya.

Pada menit ke-15, Oman membuat para suporter Indonesia terhenyak. Dari sisi kiri pertahanan Indonesia, Al Mukhaini melepaskan tendangan keras dengan kaki kirinya dari luar kotak penalti, yang memaksa Markus Horison berjibaku untuk menghalau bola keluar sehingga melahirkan tendangan pojok.

Ini rupanya menjadi momen kebangkitan Oman sehingga mereka mulai mendominasi jalannya pertandingan. Tak lama berselang, striker Qasim Said Sanjoor melakukan penetrasi dari sisi kiri dan mampu menembus kotak penalti. Beruntung, Markus mampu mengantisipasi tendangan keras kaki kanan Qasim sehingga dengan sempurna bisa menangkap si kulit bundar.

Situasi ini membuat kubu Indonesia semakin terdesak. Tak heran jika Bambang dan Boaz terpaksa harus turun sampai ke lini belakang untuk membantu pertahanan. Dan, Oman pun dengan leluasa memainkan bola dari kaki ke kaki dan menguasi lini tengah.

Menit 31, Oman mampu mengoyak jala Indonesia. Namun, keberuntungan masih menaungi Indonesia karena wasit menyatakan gol itu tidak sah karena tendangan bebas dilakukan sebelum dia (wasit) bunyikan peluit.

Tendangan harus diulang. Ternyata, Oman kembali mengoyak jala Markus lewat sundulan Basheer. Pemain ini memanfaatkan keunggulan tinggi badannya karena meskipun mendapat kawalan, dia dengan mudah menyambut umpan yang dilepas rekannya ke dalam kotak penalti. 1-0 untuk tim tamu.

Melihat permainan timnya tak berkembang, Bendol melakukan perubahan. Pada menit ke-36, dia menarik keluar Budi dan memasukkan striker Persija Jakarta, Abdul Musafry.

Kehadiran striker Persija Jakarta ini mengubah warna permainan Indonesia yang mulai tampil lebih agresif. Hal ini membuat barisan belakang Oman mulai bekerja keras untuk mengadang laju tiga striker tuan rumah.

Dan, pada menit ke-42 Indonesia mendapat peluang pertama ketika Bambang menyundul bola umpan tendangan pojok Firman Utina. Sayang, usaha Bambang itu mampu diredam Al Habsi yang dengan sempurna menangkap bola yang melaju kencang itu.

Momen ini menjadi kebangkitan Indonesia karena mereka mulai mendominasi pertandingan. Hasilnya diraih pada menit ke-45, ketika Boaz mengoyak jala Al Habsi.

Striker Persipura Jayapura ini berhasil memenangkan duel dengan pemain belakang Oman. Dengan ketenangannya, Boaz mampu memperdaya Al Habsi karena bola tendangan kaki kanannya melesak ke dalam gawang setelah sempat membentur pemain belakang yang berusaha menahan si kulit bundar.

Babak pertama berakhir 1-1.

Di awal babak kedua, Charis melakukan blunder. Alih-alih ingin melewati Al Housni Hassan, kapten Indonesia ini justru kehilangan bola karena mampu direbut pemain bernomor punggung 14 tersebut. Beruntung, tendangan Hassan dari luar kotak penalti masih melebar di sisi kiri gawang Markus.

Oman kembali memegang kendali permainan. Permainan bola dari kaki ke kaki membuat para pemain Indonesia kesulitan untuk membendung, dan puncaknya terjadi pada menit ke-52, ketika Charis dan Isnan Ali tak mampu mengadang pergerakan Sulaiman yang membuat Oman unggul 2-1.

Kurangnya komunikasi di antara dua pemain belakang Indonesia ini memudahkan Sulaiman mengeksekusi bola untuk memperdaya Markus. Isnan hanya menendang angin ketika bermaksud menghalau bola keluar sehingga si kulit bundar tetap dalam penguasaan Sulaiman yang dengan mudah melepaskan tendangan keras dengan kaki kanannya dan bola bersarang di kanan atas gawang Indonesia.

Keunggulan tersebut semakin meningkatkan kepercayaan diri para pemain Oman. Mereka terus mengurung pertahanan Indonesia memainkan bola di depan kotak penalti sehingga tak memberikan kesempatan kepada pasukan tuan rumah untuk keluar menyerang karena harus konsentrasi bertahan.

Menit ke-69, Oman nyaris menambah keunggulan ketika mereka mulai membangun serangan dari sayap kanan. Namun, sundulan Hassan menyambut umpan silang Bait Doorbeen masih di atas mistar gawang Markus.

Gelombang serangan Oman terus menghantam pertahanan Indonesia. Pada menit ke-77, mereka kembali mengancam gawang Markus, lagi-lagi lewat Hassan yang lolos dari jebakan offside. Namun, bola hasil eksekusi kaki kanan Hassan masih tipis di atas mistar gawang.

Meskipun terus mendapat tekanan, Indonesia masih bisa keluar menyerang, yang terjadi pada menit ke-79. Sayang, tendangan Boaz yang lebih dulu melakukan solo run masih membentur kaki bek sehingga hanya melahirkan tendangan pojok.

Saat injury time, tercipta pemandangan yang cukup mengejutkan. Seorang suporter Indonesia masuk ke dalam lapangan. Puluhan polisi terpaksa mengejar untuk meringkus laki-laki yang mengenakan kostum merah tersebut.

Sampai peluit panjang berbunyi, Bambang dan kawan-kawan tak mampu mencetak gol balasan. Indonesia kalah 1-2.

Hal ini menjadi tamparan keras bagi persepakbolaan Indonesia karena kembali gagal total. Sebelumnya, pasukan muda Indonesia (U-23) juga tak berdaya di SEA Games XXV Laos karena menjadi juru kunci dan tak pernah meraih kemenangan di pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara tersebut.


Editor : lou