


CARLOS Queiroz termasuk jajaran pelatih elite. Dia punya segudang pengalaman. Menjadi assisten Sir Alex Ferguson dua kali di Manchester United, membuat ilmunya makin matang. Apalagi, dia juga pernah menangan Real Madrid, meski hanya 10 bulan.
Tak hanya itu, sejak muda dia sudah menunjukkan kemampuannya sebagai pelatih. Dia mengawali karier pelatih dengan menangani Timnas Portugal U-20. Dia mampu meracik bakat-bakat terbaik Portugal yang kemudian disebut sebagai "Generasi Emas". Sebut saja Luis Figo, Fernando Couto, Rui Costa dan sebagainya.
Generasi emas ini meraih prestasi membanggakan. Mereka juara Piala Dunia junior pada 1989 dan 1991. Ini gelar internasional tertinggi yang pernah diraih Portugal.
Afrika Selatan (Afsel) yang akan jadi tuan rumah Piala Dunia 2010, tak asing baginya. Dia pernah melatih Timnas Afsel dan membawanya lolos ke putaran final Piala Dunia 2002. Namun, sebelum putaran final berlangsung dia mundur karena berselisih dengan federasi sepak bola negeri itu.
Perannya saat di MU dianggap besar. Dia ikut membantu "Setan Merah" menjuarai Liga Champions 2007-08 di Moskva, Rusia.
Karena itu, meski Portugal sempat tertatih-tatih di babak kualifikasi, dia tetap dipertahankan. Queiroz memiliki pengalaman dan kualitas yang meyakinkan untuk membawa Cristiano Ronaldo dkk berprestasi di Piala Dunia.
Queiroz cenderung menyukai formasi 4-5-1. Dia memiliki strategi serangan balik yang amat kreatif. Namun, lepas dari segala taktik dan strategi, menurutnya semangat dan keutuhan tim lebih penting. Baginya, semua pemain mendapat perlakuan sama.
"Semangat tim sangat fantastis. Tim sangat penting di atas individu," tegasnya. (*)

